siteler2

Bercerita Lewat Steller

Akhirnya kesampaian juga mencoba aplikasi Steller yang belakangan ini mulai ramai di Indonesia setelah sekian lama hanya bisa gigit jari karena aplikasi ini katanya tidak compatible di Xiaomi Redmi 2 saya. Justru ketika install di Nexus 7 jadul saya malah bisa. Sip lah.

Percobaan pertama saya mengunggah beberapa foto, lengkap dengan cerita tentang hobi saya memotret makanan lalu saya share di Facebook. Hasilnya, kurang dari 24 jam setelah diunggah sudah mencapai lebih dari 2100 view. Menariknya, lebih dari 90 persen mengaksesnya dari web, dan sisanya menggunakan aplikasi bawaan Steller.

Yang menarik dari Steller yang baru diluncurkan tahun 2014 ini adalah karena kita bisa menggabungkan foto, video dan teks yang kemudian dikemas dengan tampilan animasi yang menarik, mirip e-book. Tampilannya bagus, meskipun pilihan templatenya masih sangat terbatas. Aplikasi ini juga punya fitur komentar, like dan share sebagaimana layanan media sosial lainnya.

Yang jadi pertanyaan sekarang adalah apakah aplikasi ini akan bertahan atau malah jadi sangat populer seperti Instagram? Masih perlu diuji. Soalnya tidak seperti Instagram, Steller perlu waktu untuk membuatnya, mulai dari mengumpulkan foto hingga menyusun cerita, dan tidak semua orang punya waktu untuk itu. Saya saja perlu waktu lebih dari 1 jam untuk menyusun 21 halaman cerita Steller pertama saya, mulai dari menyeleksi foto sampai teksnya. Ini penting karena tantangannya adalah bagaimana menciptakan alur cerita yang padat namun relatif lebih ringkas mengingat semakin banyak halaman akan semakin perlu waktu untuk membukanya.

Justru karena itu tantangan bagi Steller adalah apakah worth-it bagi para pengguna untuk menerbitkan karya-karya mereka ke aplikasi yang relatif baru ini? Akankah Steller bertahan lama dan bisa menarik lebih banyak pengguna? Ini penting bagi saya karena buat apa buang-buang waktu kalau hanya akan bertahan beberapa lama saja dan hilang.

Saya sendiri untuk saat ini berencana “menerbitkan” beberapa cerita-cerita daur ulang dulu dan melihat perkembangannya sampai di mana. Mungkin akan lebih baik lagi kalau Steller punya fungsi dimana cerita-cerita yang sudah tayang ini bisa diunduh entah dalam bentuk video atau pdf. Ini juga penting bagi saya buat berjaga-jaga saja sekiranya memang usia aplikasi ini tidak lama.

Yang jelas sejauh ini sudah banyak cerita-cerita menarik yang diciptakan dengan Steller dan banyak diminati orang, terlihat dari jumlah komentar, share dan likenya. Salah satu favorit saya adalah karya Dewi “Dee” Lestari berjudul “There Are No Giants – Unveiling The Magic of Small Actions” yang sangat inspiratif yang sudah disukai oleh lebih dari 1000 orang hingga kini. Ada juga seorang juru kamera CNN yang membuat cerita dari lokasi jatuhnya pesawat MH17 di Ukraina. Melihat berbagai cerita-cerita di Steller ini saya melihat ada banyak kemungkinan yang bisa dilakukan, baik untuk esai foto, cerita anak, karya jurnalistik bahkan juga bisa dimanfaatkan oleh brand-brand untuk berpromosi. Syaratnya cuma satu: bercerita!

Steller tersedia untuk iOS dan Android (meskipun ada beberapa versi Android yang belum compatible). Selamat mencoba. Jangan lupa add saya ya di usernameRane” 🙂

Di bawah ini adalah cerita Steller saya yang pertama, atau bisa juga di klik di sini.

 

Tags: ,
Previous post
Next post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *