home-office-336378_1920

Blog? Buat Apa Lagi Sih?

Buat apa lagi sih ngeblog? Pertanyaan ini mengemuka saat saya mendapati diri sedang asik mengutak-atik kembali website ini. Kalau melihat ke belakang, saya mulai “ngeblog” di akhir tahun 90-an. Ketika itu masih menggunakan layanan geocities.com dan cara mengupdatenya pun terbilang rumit, karena menggunakan kode-kode html yang kemudian di upload secara manual ke geocities.

Masuk tahun 2000an blog mewabah dan memasuki masa-masa keemasan di Indonesia. Saya sudah coba semua platform sampai akhirnya memutuskan pakai WordPress dengan domain dan hosting sendiri.

Dulu saya bisa aktif ngeblog hampir setiap minggu dan juga aktif berinteraksi dengan sesama penulis blog lainnya. Kini keaktifan itu masih belum berkurang meskipun lebih banyak terjadi di platform media sosial lain seperti Facebook, Instagram atau Path. Alasannya sederhana saja, di sanalah semua teman-teman saya berada dan di sana interaksi yang terjalin lebih efektif.

Kalau begitu buat apa lagi ngeblog?

Hmm.. Pertanyaan ini semakin mengemuka ketika saya memutuskan untuk melebur blog radio dan blog lainnya di website ini lalu saya bagi dalam tiga kategori untuk mempermudah penelusuran yakni: radio, media sosial dan pribadi. Itupun frekuensi menulisnya makin berkurang. Bisa satu bulan satu artikel saja sudah bagus.

Lha, kalau memang berkurang kenapa tidak ditutup saja daripada buang-buang uang untuk bayar domain dan hosting?

Paling tidak saya punya beberapa alasan sebagai berikut:

1. Rumah Pribadi
Alasan pertama ya sayang domainnya yang sudah beberapa tahun ini saya pertahankan. Tapi alasan utama adalah karena saya merasa tetap perlu memiliki “rumah pribadi’ di internet. Kenapa?

2. Kebebasan
Namanya rumah pribadi, saya bebas untuk membuat aturan sendiri dan tidak terikat aturan dari platform media sosial lain. Saya juga bebas untuk membuat seperti apa tampilannya, fitur-fiturnya, jenis kontennya, panjang pendek kontennya, bahkan -kalaupun mau- untuk menduitkannya (monetisasi).

3. Wajah Profesional dan Pribadi
Blog menjadi semacam portfolio profesional buat saya. Lewat blog saya bisa mencerminkan siapa diri saya, karya-karya saya dan pemikiran saya, dengan cara saya sendiri. Buat saya, lebih terkesan profesional merujukkan alamat blog dengan domain sendiri ketimbang merujuk ke linked.in, misalnya.

Bahkan lebih dari sekedar profesionalisme, blog juga pada akhirnya mencerminkan sisi pribadi kita yang juga penting ketika bicara profesionalisme.

Personalization will become the new professionalism.” Kalimat ini saya temukan di salah satu artikel yang mengulas tentang mengapa blog masih penting, dan saya setuju dengan si penulis.

4. Bukan Sekedar Blog
Sejak beberapa tahun terakhir saya bahkan tidak lagi menggunakan istilah blog melainkan website. Blog justru menjadi bagian dari website pribadi saya.

Bahkan kini saya mendisain blog.. eh website itu sedemikian rupa sehingga halaman utamanya (nyaris) statis. Isi halaman utama itu lebih ke update-update singkat tentang apa yang saya kerjakan atau berbagi tautan-tautan yang saya anggap penting, termasuk tautan ke artikel-artikel terbaru di blog atau di media sosial lainnya.

Dengan kata lain, website ini justru menjadi pusat atau hub untuk aktifitas saya di platform media sosial lainnya karena nyaris semua update di media sosial akan saya tautkan juga di website ini. Sebaliknya, saya juga memanfaatkan semua platform media sosial yang saya punya untuk merujuk balik ke website ini.
Demikian! 😀

Anda punya alasan lain kenapa blog atau website pribadi masih relevan di era media sosial sekarang atau malah sebaliknya? Senang sekali kalau Anda mau berbagi, bisa di bagian komentar di bawah atau kalau mau lebih pribadi, silahkan kirimi saya email lewat tautan ini. Saya selalu senang berdiskusi dengan teman-teman semua.

Salam!
– Pondok Indah, 25 April 2016

Tags: , ,
Previous post
Next post

8 Responses to Blog? Buat Apa Lagi Sih?

  1. Jangan ditutup websitenya Pak, kalau mau ditutup kasih ke saya, saya lanjutkan.

    Saya awalnya keranjingan ngeblog sampai punya 26 blog, tapi karena masalah keuangan, sudah tutup 13 blog, yang ada sekarang saya monetize

    • rane says:

      Sayang kalau ditutup, daeng..

      Bnyak sekali blog ta? Kenapa tidak pilih blog yang paling bagus performance nya dan fokus habis2an di sana

      • Betul Pak, hanya saja sekarang saya bingung mau fokus yang mana, semuanya menghasilkan recehan he he, semua punya niche dan ladang uang berbeda. Sebenarnya kalau fokus 1 saya yakin hasilnya akan sangat bagus, seperti mengejar 13 kelinci, tak satupun berhasil ditangkap he he.
        Saya pikir, kalau banyak modal, ke-13 nya pun pasti akan berjaya

  2. Dina says:

    Kalo sy untuk rumah pribadi. Itu pun rasanya saya jarang “pulang”

  3. beby says:

    Jadi rumah pribadi, Om!
    Bebas mau selonjoran atau duduk tegak 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *