desert-island-discs

Desert Island Disc

Bayangkan nasib mendamparkan anda di sebuah pulau kecil yang terpencil dan tidak akan ada yang akan menyelamatkan anda untuk waktu yang sangat lama bahkan mungkin selamanya. Namun bayangkan pula bahwa nasib masih memperkenankan anda membawa 8 buah lagu atau musik untuk menemani kesendirian anda di pulau itu. Nah, lagu apa yang anda pilih? Rasanya anda tidak akan salah pilih bukan? Kemungkinan besar anda akan memilih lagu yang paling anda sukai, paling meninggalkan kenangan tersendiri atau karena paling berkesan buat anda.

Inilah ide dasar dari sebuah program bernama Desert Island Disc (DID) yang diudarakan oleh BBC Radio 4. Ide yang sangat sederhana memang, tapi justru berangkat dari ide sederhana ini, DID masih terus mengudara dan digemari hingga kini sejak tahun 1942, tepatnya 29 Januari 1942. Ide sederhana ini pulalah yang membuat acara ini tercatat dalam Guinnes Book of Records sebagai program musik terpanjang dalam sejarah radio di muka bumi ini.

Sederhana. Itu memang kunci dari keberhasilan program ini. Ia sebenarnya adalah acara yang mengulas profil seorang tamu tertentu yang khusus diundang dalam acara tersebut. Namun ketimbang bercerita panjang lebar tentang riwayat hidupnya, si tamu justru diminta mebayangkan diri mereka terdampar di sebuah pulau terpencil. Karena itu si tamu diminta untuk memilih (atau kadang membawa sendiri ) 8 buah lagu atau komposisi musik yang akan mereka bawa jika mereka terdampar di pulau terpencil itu. Tamu tersebut kemudian diminta untuk menceritakan alasan mengapa ia memilih ke delapan lagu tersebut, satu persatu, lalu kemudian diperdengarkan di udara. Menariknya, justru dari bercerita mengenai lagu tersebut, pendengar dibawa untuk menelusuri kehidupan sang tamu. Bukankah setiap episode kehidupan kita ini sering diwarnai oleh kehadiran sebuah lagu yang membawa arti tersendiri bagi kita secara pribadi? Saya menyebutnya ‘soundtrack’ kehidupan.

Nah, selain ke delapan lagu tersebut, si tamu juga sebenarnya diminta untuk memilih satu benda mewah yang tak memiliki kegunaan praktis dan satu buah buku untuk dibawa ke pulau terpencil itu. (Entah kenapa, di pulau itu diasumsikan sudah ada sebuah Injil, atau kitab suci lain, dan karya-karya William Shakespeare. Mungkin karena diasumsikan banyak orang yang akan memilih kedua benda itu). Mereka pun diminta untuk menceritakan alasan memilih kedua benda tersebut. Lagi-lagi, nyaris selalu ada kisah menarik di balik pilihan para tamu itu yang berkaitan dengan kehidupan mereka.

Saya pertama tahu tentang acara ini dari transkrip acara yang dilampirkan dalam sebuah buku biografi Stephen Hawking. Ya, fisikawan kondang itu adalah salah seorang yang pernah menjadi tamu dalam acara Desert Island Discs. Kebanyakan tamu yang diundang memang tokoh-tokoh terkenal dunia, mulai dari aktor terkenal, tokoh politik hingga ke tokoh agama. Bahkan 5 Perdana Menteri Inggris pernah jadi tamu di Desert Island Discs.
Desert Island Discs pertama kali diciptakan dan dibawakan oleh Roy Plomley. Sepeninggal Plomley di tahun 1985, acara ini dipegang oleh Michael Parkinson lalu kemudian dipegang oleh Sue Lawley yang masih menjadi pembawa acara hingga kini.

Acara ini sangat terkenal di Inggris, sampai-sampai kalau anda coba mengetikkan kata ‘Desert Island Discs’ di Google atau Yahoo atau mesin pencari lainnya, besar kemungkinan anda akan menemukan banyak sekali bertebaran situs-situs yang bersisikan pilihan lagu ala Desert Island Discs.

Link terkait:

Tags: , , ,
Next post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *