Kaleidoskop Media Sosial Indonesia 2016

2016 meninggalkan berbagai catatan menarik di jagat media sosial Indonesia yang patut untuk kita arsip dan dijadikan pelajaran penting untuk ke depannya. Ini adalah upaya untuk mengarsip berbagai peristiwa di media sosial tersebut.  Tentu saja ini versi saya, karena pastinya masih banyak hal lain yang luput dari perhatian. Senang sekali kalau ada yang mau menambahkan dan pasti akan saya perbaharui artikel ini berdasarkan masukan dari teman-teman semua.

.

JANUARI

FEBRUARI

MARET

APRIL

MEI

JUNI

JULI

AGUSTUS

SEPTEMBER

  • 07/09 – Seorang mahasiwa UI videonya tersebar di media sosial. Memakai jaket kuning dan di shoot dengan latar belakang rektorat UI, berteriak-teriak menolak Ahok sebagai pemimpin karena non-muslim. Si mahasiswa sudah minta maaf. Maaf tidak ada link. Saya tidak mau ikut menyebarkan kebencian.
  • 09/09 – Seorang pengguna aplikasi video live Bigo melakukan streaming di dalam bioskop saat sedang menonton film Warkop Reborn. Ini membuat Falcon Pictures marah dan akan mengadukannya ke polisi.
  • 11/09 – Hari Radio. Kali ini tagar #KarenaRadio menyebar di media sosial sebagai bentuk penghargaan pendengar dan orang radio kepada radio siaran.
  • 16/09 – CNN Filipina memuat sebuah video di Facebook mereka yang mengulas tentang survey terbaru dari Waze yang menempatkan Cebu sebagai tempat terburuk di dunia untuk mengemudi. Orang Indonesia dengan cepat menyambar berita itu karena di situ disebutkan pula bahwa Indonesia ada di peringkat ke 5 negara paling buruk di dunia untuk mengemudi. Ada pula satu kota di Indonesia yang ada di peringkat kedua kota paling buruk untuk mengemudi. Tebak kota mana?

OKTOBER

  • 02/10 – Di media sosial beredar screenshot hasil pencarian Google terhadap kata “Sungai Bersih Karena Foke” yang merupakan sindiran kepada pernyataan Anies Baswedan. Menariknya, Google akan memberikan suggestion: “Do you meanSungai Bersih karena Ahok.” Tidak heran kalau sampai ada yang menilai Google ada kongkalikong dengan Ahok. 🙂
  • 06/10 – Buni Yani pertama kali memposting video Ahok di pulau Seribu yang kemudian jadi pemicu berbagai aksi penentangan.
  • 09/10 – Video si mbak sedang mengamen ini jadi viral di media sosial. Bukan hanya karena suaranya yang bagus, tapi karena ia tampak ceria walau ia menyanyi sambil main ukulele dan menggendong anak.
  • 10/10 – Jarang-jarang kita melihat Ustadz Quraish Shihab menari. Video yang di share Tomi Lebang ini banyak di share di Facebook.
  • 10/10 – “Kenapa ya Umat Islam itu Ngamukan?” tanya Mas Sumanto al Qurtuby di Facebooknya yang sudah di share lebih dari 2500 kali.
  • 21/10 – “How did you first know me?” Entah siapa yang mengawali, ramai orang di Facebook memasang posting yang mengajak followernya bercerita kapan pertama kali mereka bertemu. Saya ikut-ikutan juga deh di sini. 🙂
  • 27/10 – Direktur ICT Watch, Mas Donny BU berbagi sejumlah tips bersosial media yang berangkat dari pelajaran kasus olok-olok terhadap Presiden Jokowi saat memakai baju adat batak.
  • 28/10 – Video ustad Nouman Ali Khan saat menjawab pertanyaan tentang Islam dan Politik saat ia berada di Malaysia ini menjadi viral di media sosial Indonesia. Mungkin karena topiknya relevan sekali dengan apa yang tengah terjadi di Indonesia. Ini salah satu versinya.
  • 29/10 – Tiga produk daring Badan Bahasa diluncurkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Inilah ketiganya seperti diceritakan oleh Ivan Lanin di Facebooknya.

NOVEMBER

DESEMBER

  • 02/12 – Inilah dua situs penyebar hoax di Indonesia yang bisa meraup untung sampai ratusan juta dari kemalasan kita di media sosial untuk mengecek kebenaran sebuah informasi.
  • 02/12 – Aksi doa bersama di Monas hari ini berlangsung damai. Satu hal keren: Pak Jokowi stole the show! Beliau secara spontan memutuskan di menit terakhir untuk hadir di tengah peserta di Monas dengan jalan kaki dari istana.
  • 11/12 – Akun Abal-abal dan Kemalasan Kita – Upaya saya untuk mempelajari trend menyebarnya posting-posting hoax di media sosial yang memanfaatkan kemalasan kita untuk mempelajari sebelum membagi sebuah informasi.
  • 19/12 – Telaah Sebelum Berbagi – Sebuah tulisan tentang ajakan untuk terlebih dahulu menelaah sebuah informasi sebelum membaginya di media sosial. Tulisan ini berangkat dari penelusuran saya terhadap menyebarnya posting di Facebook mengenai uang rupiah yang baru dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Semoga bermanfaat.
  • 19/12 – Pemilik akun Twitter @EstiningsihDwi menuliskan satu kicauan soal “pahlawan kafir” yang kemudian mengundang kontroversi dari berbagai pihak, termasuk sebuah laporan ke polisi.
  • 21/12 – Kembali menemukan fakta menarik yang lagi-lagi membuktikan keberadaan akun-akun Facebook abal-abal penyebar kebencian dan provokasi serta informasi palsu. Bisa dibaca di sini.
  • 21/12 – Fenomena “Om Telolet Om” bertahan selama beberapa jam di trending worldwide Twitter, sampai diulas oleh media asing, salah satunya artikel Billboard.com yang sangat komprehensif ini.
  • 22/12 – Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, calon gubernur DKI No 3 ikut membuat video meme Om Telolet Om. Calon nomor dua pun tidak mau ketinggalan.
  • 23/12 – Meme Om Telolet Om favorit saya.
  • 25/02 – Natal, dan tetap saja media sosial asik dengan topik yang sama setiap tahun: boleh atau tidaknya mengucapkan selamat natal.
  • 27/12 – Tragedi perampokan sadis di Pulomas mengguncang kita semua. Turut berduka cita.
  • 28/12 – Penerbangan Citilink Surabaya-Jakarta terhambat karena pilot diduga mabuk. Penumpang sudah curiga ketika ia menyampaikan pengumuman kepada penumpang sebelum berangkat. Video dan rekaman suaranya beredar di mana-mana. Ini kesaksian salah satu penumpangnya lewat Kompasiana.com.
  • 29/12 – Dwi Estiningsih kembali dilaporkan ke polisi terkait cuitannya di Twitter soal “pahlawan kafir” di uang rupiah baru.
  • 31/12 – Kaleidoskop ini dibuka dengan cuitan anaknya Presiden Jokowi, dan bukan kebetulan ditutup dengan satu video Youtube dari dia juga. Video ini berisikan cerita tentang seorang anak kecil di Manado yang menangis karena tidak bisa ketemu Presiden Jokowi saat beliau berkunjung ke kotanya (tanggal 27/12). Setelah dilacak, Pak Presiden kemudian menghubungi anak itu.  Ah, akhir yang indah untuk tahun 2016!

Catatan: Sekali lagi, kaleidoskop ini adalah sebuah upaya untuk mengarsip dunia media sosial kita di tahun 2016, sekaligus juga untuk jadi pelajaran berharga buat semua. Tentu saja ini masih banyak kekurangan, karena itu senang sekali kalau ada kawan-kawan yang bisa menambahkan atau bahkan mengoreksi apa yang sudah saya tulis di sini, untuk melengkapi arsip kita bersama ini. Silahkan tinggalkan komentar atau hubungi saya langsung di sini.

Selamat tahun baru teman-teman semuanya!

Salam,
Rane

Tags: , ,
Previous post
Next post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *