Blog: Kirim-kiriman Lagu

Masih saja ada anggapan di beberapa kalangan dunia radio bahwa siaran request atau saya lebih suka menyebutnya acara ‘kirim-kiriman lagu’ merupakan ‘kasta terendah’ alias paling mudah dibawakan dalam jenjang acara radio. Bandingkan misalnya dengan acara talk show atau morning show dan lain sebagainya.

Tapi kenyataannya tidak selalu demikian.. Di bawah sadar banyak orang, acara kirim-kiriman ini bahkan kerap dianggap sebagai ciri khas radio. Saya yang kadang sering kelewat bangga menyebut diri jurnalis radio ini, misalnya, sering sekali justru menerima komentar seperti: “Jurnalis Radio? Wah, lu kerja di radio? Kirim-kirim lagu dong buat gue!”.  Hahaha.. kena batunya..!

Tapi sayangnya, di sisi lain saya juga masih saja mendengar komentar seperti “Yah saya ini CUMA penyiar kirim-kiriman lagu aja, pak. Bukan professional kayak anda..”

Nah, buat mereka yang masih merasa acara ini CUMA kirim-kiriman lagu saja lah tulisan berikut ini saya persembahkan.

ACARA DENGAN JAMINAN PENDENGAR

Pertama dan paling utama: di saat acara lain harus berjuang untuk mendapatkan pendengar, acara kirim-kiriman lagu adalah yang termasuk paling cepat mendapatkan pendengar dan juga paling banyak pendengarnya. Pengalaman saya kerja di dua stasiun radio internasional selalu menunjukan bahwa walaupun acara talk show atau liputan khusus memang menarik, tapi tetap saja yang paling banyak disukai adalah acara yang sifatnya interaktif dalam memutarkan lagu dan pesan pendengar.

Mengapa bisa demikian? Saya menduga paling tidak ada 3 faktor;

  1. Musik. Siapa sih yang tidak suka musik? Rasanya semua orang suka.
  2. Musik pilihan. Biasanya musik yang diputar adalah musik-musik pilihan pendengar yang sedang atau pernah terkenal dan hampir bisa dipastikan disukai banyak orang.
  3. Narsis. Manusia pada dasarnya punya sifat narsis, suka disebut namanya di udara

ROBOT VS MANUSIA

Dengan bermodal tiga faktor yang saya sebut tadi saja, acara kita sudah menjadi jaminan tersendiri. Cukup bacakan permintaan lagu serta pesan-pesan si peminta lagu dan putar. Beres!! Apalagi di jaman serba canggih seperti sekarang, rasanya secara teknis siaran kirim-kiriman lagu ini menjadi mudah sekali. Tidak seperti jaman dulu yang membutuhkan keahlian tersendiri untuk mencari lagu, me-rewind, memasang tape dan lain sebagainya. Sekarang semuanya tinggal pencat-pencet sana sini dan ngomong. Beres!

Dari sudut pandang pendengar, mereka sudah senang diputarkan lagu dan pesannya. Tapi percayalah, ketika mereka kita berikan “bonus” berupa sikap ramah, uluran pertemanan yang tulus, dengan mudah kita bisa merebut hati mereka! Istilahnya, kalau harus memilih berteman dengan robot atau manusia, tentu kita pilih manusia, dong..

INOVASI

Ketika kita sudah merebut hati pendengar, maka waktunya untuk menjaga supaya mereka (dan juga kita) tidak bosan. Caranya; Lakukan inovasi, buat hal-hal baru dalam siaran anda, buat sesuatu yang berbeda.

Bagaimanapun ketika semua radio punya acara kirim-kiriman, anda harus berusaha menciptakan sesuatu yang menonjol, yang berbeda, tapi selalu ingat untuk melakukannya dengan melihat dari sudut pandang pendengar.

Jangan mentang-mentang sudah merasa banyak pendengar, tiba kita, misalnya, tidak mau kalah dengan acara pagi dan sore, lalu ikut menghadirkan wawancara dengan pengamat politik tentang peristiwa terkini. Biar sajalah itu untuk porsi acara-acara talk show. Tapi kenapa tidak, misalnya anda hubungi orang-orang terkenal dan minta mereka untuk cerita tentang lagu kesukaan mereka.. BBC punya acara seperti ini dan laris manis sampai puluhan tahun.

Ada lagi sebuah radio yang justru mengirimkan penyiarnya siaran di jalanan, menemui pendengar di jalanan, mengajak mereka ngobrol di udara dan lain sebagainya. Ini juga sebuah cara yang menarik.

Cara serupa juga dilakukan oleh radio lain yang pas jam makan siang selalu rajin keluar menelusuri tempat-tempat makan terkenal dan dari situ mengudarakan permintaan-permintaan lagu dari para pembeli sekalian menginformasikan tempat-tempat makanan menarik.

Ada banyak cara untuk menciptakan inovasi dalam acara kirim-kiriman kita dan saya yakin orang radio pasti lebih tahu siapa pendengar masing-masing baik dari segi usia, ekonomi, pendidikan, kebiasaan dan lain sebagainya. Kembangkanlah kreatifitas kita dalam berinovasi dari situ, dari sudut pandang pendengar.

Yang lebih menarik adalah karena acara kirim-kiriman lagu ini sering menjadi semacam laboratorium untuk menggodok lahirnya acara-acara dan penyiar-penyair baru..

SHOW!!!

Ada satu lagi cara untuk mengembangkan kreatifitas dan inovasi kita, yaitu dengan memperlakukan acara kirim-kiriman lagu itu sebagai sebuah “SHOW”. Lihatlah ia sebagai satu paket acara yang terdiri dari macam-macam hal, tapi dengan tetap berdasaran pada permintaan pendengar. Percayalah, kadang yang diperlukan oleh para penyiar ini adalah sudut pandang lain untuk melihat acara mereka yang tidak CUMA acara kirim-kiriman semata, tapi sebuah show!

Selamat siaran. Jangan lupa kirimin lagu buat saya ya hehehehehe

___

*repost dari web lama tgl 6 Juni 2010

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *