flashflashflash

Kita Tidak Lagi Bicara

Lagi bersih-bersih gudang, ketemu sebuah buku berjudul “Flash! Flash! Flash! Kumpulan Cerita Sekilas” terbitan Gradien Books dan Komunitas Blogger Blogfam tahun 2007. Ini cerita saya yang disertakan di halaman 47. Ketika itu banyak yang bertanya apa cerita ini berangkat dari pengalaman pribadi? Hehehe.. Jawabnya tidak. Cerita ini terinspirasi ketika tengah meladeni curhat seorang teman via sms. Iya, waktu itu belum ada Whatsapp 🙂

~~~

Kita tidak lagi bicara. Sadarkah kau itu?

Lho, bukannya kita memang tidak pernah bicara?

Kenapa harus selalu sinis begitu? Berpikirlah yang positif.

Kau bilang aku sinis? Kau yang negatif.

Tapi kita memang sudah lama tak bicara, kan?

Kau pikir kita sedang apa sekarang?

Kau pasti tahu maksudku.

Dan kau pasti tahu mengapa, kan?

Ya.. Ya.. Ujung-ujungnya kita akan saling menyakiti dengan kata-kata.

Nah, syukurlah kalau kau sadar.

Tapi tak bisakah kita mulai bicara lagi?

Asal jangan selipkan silet di sela kata-katamu.

Bukankah itu harus berlaku dua arah?

Aku mulai melihat kilatan silet.

Lucu… Aku juga…

 

“Assalamu alaikum!”

“Alaikum salam. Lho kok lesnya cepat, nduk?”

“Pak Guru mau tanding voli dengan guru SD sebelah. Lagi sms-an sama siapa, tho, pak? Serius bener kelihatannya. Ibu di mana?”

“Di kamar….”

 

____

*Diambil dari buku “Flash! Flash! Flash! Kumpulan Cerita Sekilas” terbitan Gradien dan Blogfam tahun 2007, halaman 47.

flashflashflash

Tags:
Previous post
Next post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *