Masih Rela Dimanfaatkan oleh Akun Facebook yang Tidak Jelas?

Sebagai orang yang bekerja di dunia media sosial, saya tengah betul-betul dibuat kesal oleh ulah akun-akun tidak jelas yang mengotori Facebook dengan informasi-informasi palsu. Hari ini saya menemukan lagi beberapa hal menarik hasil penelusuran di Facebook yang buat saya membuktikan kalau disadari atau tidak, kita banyak dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak jelas untuk ikut menyebarluaskan informasi palsu dan provokatif serta ikut membantu mempopulerkan mereka.

  1. Ada satu akun yang menyebarkan gambar patung Garuda Pancasila dan dibawahnya ada ukiran tulisan kelima silanya serta serangkaian tulisan dalam aksara Cina. Ia mempertanyakan kenapa sekarang kelima silanya berbahasa Cina. Padahal faktanya patung tersebut ada di musium Taman Budaya Tionghoa di TMII, sementara aksara Cina yang dimaksudnya itu tidak lain adalah terjemahan teks Pancasila.

    Setelah ditelusuri dengan menggunakan teknik yang pernah saya ulas di sini dan di sini, ternyata isinya tidak jelas dan posting-postingnya penuh dengan informasi provokatif. Saya telusuri pertemanannya dan menemukan paling tidak 5 akun dengan profil yang juga tidak jelas dan dibuat pada tanggal yang persis sama: 15 November 2016. Ini tanggal-tanggal di mana Facebook tengah rusuh-rusuhnya dengan berbagai informasi berbau provokatif, konspiratif, bernada kebencian dan palsu. Kebetulan? Hmmmmm.. (Catatan tambahan: Diantara daftar temannya di Facebook termasuk juga akun yang pernah saya bahas di posting sebelum ini)

  2. Seseorang yang selama ini dikenal sebagai sosok yang menurut saya paling provokatif di Facebook akan menjadi pembicara di sebuah seminar dalam waktu dekat dengan tema: “Dipuja dan dibenci di media sosial, strategi mendapat banyak follower“. Sebagai orang yang menggeluti bidang media sosial, menjaring banyak follower tentu bagian dari strategi. Tapi memanfaatkan kebencian untuk menjaring follower buat saya haram hukumnya.

Masih mau bantu mereka supaya populer? Silahkan rajin share posting-posting mereka tanpa mau mempelajari terlebih dahulu, tanpa mau tabayyun dulu.

Ayolah kawan.. Kita dibikin ribut dan bertikai antara sesama oleh akun-akun tidak jelas dan sosok-sosok yang berjualan follower.

Rela??

[]

Previous post
Next post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *