Paspor Kedutaan Bekasi

Masih ingat dengan maraknya meme tentang Bekasi beberapa waktu lalu? Nah, kalau Anda orang Bekasi apa yang akan Anda lakukan? Sekelompok anak-anak Bekasi ini menjawab dengan kreatifitas. Mereka mendirikan tempat nongkrong dan berkreasi yang disebut “Kedutaan Besar Bekasi.”

Nah, salah satu produk Kedutaan Besar Bekasi yang belakangan ini jadi ramai dibicarakan adalah Paspor Bekasi. Paspor ini mulai ramai jadi pembicaraan setelah anak-anak Kedubes Bekasi itu membuka booth di ajang Popcon Asia 2016 di Jakarta belum lama ini. Di sana pengunjung bisa membeli Paspor Bekasi ini yang tidak lain adalah buku notes yang bentuknya mirip paspor sungguhan. Paspor ini seakan-akan menjadi jawaban terhadap ejekan bahwa untuk pergi ke Bekasi itu harus punya paspor saking jauhnya. Ya sudah, sekalian saja wujudkan paspornya. Keren! hahaha

Sebagai bekas warga Bekasi, tentu saya tidak sia-siakan kesempatan ini dan ikut “mengurus” Paspor Bekasi itu, lalu membuat review singkat di Youtube dan Instagram. Videonya bisa dilihat di akhir artikel ini.

Salut untuk anak-anak Kedubes Bekasi yang menunjukkan cinta pada kota mereka lewat karya kreatif dan bukan dengan marah, ngambek dan teriak ke sana kemari kalau mereka sudah didzolimi seperti yang dilakukan beberapa orang, termasuk sejumlah pejabat Pemdanya. Kreatif harus dilawan dengan kreatif, bro!

Lebih Dari Sekedar Buku Notes: Saran 

Seperti dijelaskan tadi, Paspor Bekasi ini sebenarnya buku notes yang dibuat mirip dengan bentuk paspor. Namun akan lebih baik lagi kalau misalnya Paspor Bekasi ini diperluas lagi dari sekedar buku notes. Ada beberapa ide yang terpikirkan:

Promosi Tempat Menarik di Bekasi:
Memperkenalkan tempat-tempat wisata, pusat budaya dan juga komersial di Bekasi. Ide ini saya dapat ketika menetap di Tokyo dan mendapati bahwa di setiap stasiun terdapat stempel yang berlogo stasiun tersebut. Anak-anak dan dewasa akan mengumpulkan stempel itu sebagai bentuk koleksi dan mereka akan berusaha untuk mengumpulkannya dari setiap stasiun.

Kenapa tidak bekerjasama dengan Dinas Pariwisata misalnya untuk membuat stempel-stempel semacam ini, dan mengajak orang untuk berkunjung ke tempat-tempat menarik di Bekasi, bukan hanya untuk berburu stempel di setiap tempat itu, tapi juga untuk mengenal tempat-tempat itu lebih jauh.

Saya pikir ini akan menarik, apalagi kalau bekerjasama dengan komunitas atau sekolah untuk berkeliling Bekasi dan mengenal kota perjuangan ini dengan lebih dekat lagi lewat sebentuk Paspor dan koleksi stempelnya.

Kartu Diskon
Bekasi kan sering diejek sebagai kota Mall. Kenapa tidak manfaatkan Paspor Bekasi ini untuk bekerjasama dengan para pengelola mall itu untuk menjadikannya semacam kartu diskon. Kenapa tidak?

Cuma sekedar ide saja.

Yang jelas saya salut sekali dengan kreatifitas anak-anak Kedubes Bekasi. Suatu saat saya harus main ke tempat nongkrong mereka yang sebenarnya tidak jauh dari rumah.

Oke, berminat punya Paspor Bekasi? Lihat reviewnya di bawah ini dan temui tautan tempat “pengurusan” Paspor Bekasi di bagian akhir artikel ini.

-Bojong Kulur, 27 Agustus 2016

Salam dari anak Bogor Pinggiran yang sebagian warganya sempat minta pindah ke Bekasi hahaha

 

Tautan terkait:

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *