Blog: Peringkat 6 Radio Terbaik Jakarta (Menurut Saya)

Masih ada yang dengar radio? Saya masih, terutama saat pulang pergi kantor di saat saya perlu teman. Saat itulah radio terestrial (diseling dengan mendengar acara-acara podcast) jadi teman di tengah kemacetan. Berhubung di radio mobil hanya ada 6 tombol preset untuk menyimpan memori gelombang radio, maka saya buatlah peringkat 6 radio yang sudah beberapa bulan ini menemani saya setiap pagi dan sore, dimulai dari peringkat pertama di tombol preset nomor 1 yang paling mudah dijangkau. Silahkan lho kalau ada usulan radio lain yang mungkin lebih bagus lagi. Saya memang selalu mencari teman baru di perjalanan.. Oke kita mulai dari peringkaaat 6! Enjoy..

~~~

6. Sindo Trijaya – FM 104.6
logoRadio yang satu ini belum lama saya tambahkan ke preset nomor 6 radio di mobil menggantikan Lite 105.8 FM. Alasannya praktis saja. Saya mencari imbangan Elshinta sebagai radio berita. Ingatan langsung ke radio ini karena dulu pemberitaannya cukup kuat. Sekarang? Hm.. Jamannya sudah beda, ternyata. Tapi berhubung mereka sering juga melakukan siaran langsung untuk beberapa peristiwa penting, dan beberapa kali saya dapati kualitas suaranya lebih bagus dari radio di preset nomor 5 yang sepertinya suka sekali main todong mikrofon atau hp di depan speaker, maka radio ini masih bertahan di preset radio saya.

Satu hal yang saya anggap kurang dari radio ini adalah gaya bicara penyiarnya yang di telinga saya terkesan terlalu menjaga “image” suaranya sehingga terdengar tidak bersahabat dan terlalu monoton. Bahkan untuk breaking news saja nada suaranya masih tetap datar seolah takut suaranya jadi cempreng. Tapi ini mungkin tidak mewakili semua penyiarnya ya karena saya mendengarnya hanya di jam tertentu saja. Supaya adil saya akan coba mendengarkan lebih intens lagi. Janji!

5. Elshinta – FM 90.0
Suka tidak suka, Eslhielshintanta masih menjadi jawara dalam hal berita. Bukan karena mereka yang terbaik, tapi karena tidak ada pilihan lain. Karena itu radio ini masih terus bertahan di preset radio mobil saya untuk urusan mencari berita-berita terkini yang memang merekalah ahlinya, meskipun masih harus diuji dengan kehadiran pesaing yang setara.

Namun ada dua hal yang buat saya agak mengganggu. Pertama, saya percaya kekuatan radio itu adalah karena sifatnya yang lokal. Trend jejaring radio sekarang sebenarnya bukan masalah asal tahu menempatkannya dalam konteks. Agak aneh saja misalnya ketika di tengah kemacetan Jakarta saya malah mendengarkan laporan lalu lintas kota Semarang. Hal kedua yang buat saya mengganggu adalah ketika di tengah wawancara dengan nara sumber yang menarik, tiba-tiba penyiar memberikan kesempatan kepada pendengar untuk nimbrung. Sebenarnya menarik kalau saja penelponnya bisa disaring. Masalahnya yang lebih sering muncul adalah pendengar itu-itu saja, atau yang pendapatnya tidak relevan -kalau tidak bisa dibilang sok tahu, atau malah ngomel-ngomel tidak jelas juntrungannya.

4. Brava – FM 103.8
logo
Karma Chameleon! New York, Rio, Tokyo! Owner of a Lonely Heart! Rainy Days and You!  Itu yang membuat saya kepincut dengan radio ini. Brava termasuk radio yang diperhitungkan di jagat peradioan Indonesia saat ini karena musiknya pas dengan usia rata-rata orang yang sudah ada di level pengambil keputusan saat ini, yang pernah merasakan jadi remaja di masa peralihan 80an ke 90-an. Okay, saya termasuk salah satunya (bukan pengambil keputusan, tapi yang pernah remaja di masa itu). Acara-acaranya juga menarik, dan berkelas. Tapi buat saya, kerinduan pada musik era saya lah yang membuat radio ini adadi  preset no. 4 di radio mobil saya (yang dalam urusan pilihan musik masih tergolong tipe susah move on ini hahaha!)

3. Delta – FM 99.1
deltafmDelta FM pernah ada di peringkat pertama preset di radio mobil saya, tepatnya di masa-masa awal duet Farhan-Asri. Semakin ke sini semakin saya tinggalkan karena merasa duet tersebut sudah tidak sebagus masa-masa awalnya. Seringkali mereka terkesan tidak ada persiapan setiap siaran dan cenderung asik sendiri-sendiri. Sampai kemudian saya baru sadar kalau Farhan sudah diganti oleh Steny. Toh itu belum membuat saya tertarik karena merasa keduanya belum punya chemistry yang pas.

Tapi Delta masih saya tempatkan di peringkat tiga karena acara “Sore-sore Seru” yang dipandu oleh Bara dan Harsya. Kalau mood lagi gila, dan mau dengar orang “gila” di radio, saya pindah ke gelombang ini saat pulang kantor. Suka dengan canda-canda mereka yang sering membuat saya itu ngakak, suka juga dengan penggunaan berbagai sound effect di tengah siaran mereka. Kreatif! Sayangnya bercanda mereka kadang agak kelewatan atau asik sendiri dengan bercanda “lokal” yang bikin pendengar harus roaming hehe

Kadang pula tanpa terasa duet Bara-Harsya ini berganti dengan Iwa K. yang mulai siaran pukul 8 malam dengan lagu-lagu cintanya. Lumayan meredakan stress, karena kalau jam 8 saya masih di jalan, kemungkinan jalanan masih macet dan suasana itu memerlukan musik-musik yang bisa meredakan ketegangan.

2. Bahana – FM 101.8
logo-fix-bahana-350.fwSaya belakangan jadi rutin mendengarkan siaran pagi Bahana yang dipandu oleh duet Tika-Udjo. Saya sudah mengikuti mereka berdua dari awal siaran di Bahana yang ketika itu mulai menyebut diri The All New Bahana. Meski sama-sama di Project Pop, tapi awal-awal saya tidak merasakan chemistry antara mereka di udara. Baru belakangan itu mulai terasa. Saya suka tektok antara mereka, dan juga topik-topik menarik dan sederhana yang kerap mereka bahas dan melibatkan para pendengar.  Itu yang jadi ciri khas Bahana dari dulu. Di saat radio lain sibuk dengan topik-topik berat, mereka malah muncul dengan topik ringan yang menarik dan tidak memaksa pendengarnya berpikir. Hari ini misalnya (Senin, 25/01/16) mereka mengajak pendengar untuk bicara soal makanan apa yang seharusnya ada di kantin. Simpel kan?

Kalau pun ada kritik buat mereka berdua, saya merasa Tika masih kadang masih suka mendominasi dan kadang suka mementahkan omongan Udjo dengan memotongnya di tengah jalan hehe..

Lain pagi, lain sore. Di sore hari Bahana hadir dengan duet cowok Tata Khan dan Andra Lee. Kalau tidak salah mereka ini sudah cukup lama di Bahana. Masalahnya, memasangkan dua lelaki di siaran itu punya tantangan tersendiri dan itu terlihat saat mereka siaran yang sering jadi monoton atau malah mengeluarkan joke yang garing. Sebenarnya mereka berdua sudah punya radio personality yang lumayan. Mungkin yang diperlukan adalah konsep siaran yang lebih jelas dan tidak terpaku pada upaya meniru duet selebritis di pagi hari itu. Ini perlu produser yang mumpuni, pastinya!

1. i-Radio – FM 89.6
logo-iradio-retinaInilah radio yang siaran paginya selalu membuat saya menunggu-nunggu mereka sejak awal sekali. Selepas lagu Indonesia Raya (ya, i-radio dan Brava masih memutar lagu kebangsaan setiap pukul 6. Top!), saya selalu menunggu Sandy “Pas Band” Andarusman dan Ayumi Astriani membuka acara dengan joke-joke ringannya. Kadang garing, kadang bikin ngakak. Saya sendiri mulai suka personality Sandy di udara ketika dia membawakan acara Radio Show di TV One. Gayanya gila, nggak jaim, berisi, kritis dan itu bisa diimbangi dengan bagus sekali oleh Ayumi. Satu kurangnya dari siaran mereka. Terlalu banyak ad libbing iklan sehingga saya yang sudah menunggu lama untuk mendengar becandaan mereka jadi bete dan jari ini otomatis menekan preset nomor 2. Hehe..

Kadang sore harinya saya masih sempatkan mendengarkan duet Feli dan Kamal, terutama di hari Jumat yang mengundang para musisi untuk tampil secara akustik di segmen Indokustik.

~~~

Baiklah, itu tadi 6 peringkat radio di Jakarta menurut subyektifitas saya. Kadang di tengah kemacetan saya masih menyempatkan memindah-mindahkan gelombang mencari radio lain yang bisa menjadi teman perjalanan. Karena itu peringkat ini akan saya update terus ke depannya. Kita lihat saja.

Saya menerima masukan tentang radio bagus lainnya ya. Soalnya sekarang rata-rata radio kok sepertinya seragam semua gayanya. Persis ketika pada suatu masa dulu nyaris semua radio di Indonesia tiba-tiba jadi bergaya Prambors, lengkap dengan sapaan Kawula Muda nya. hehe

*Catatan: Saya tipe pendengar yang sangat mementingkan kualitas penyiar yang bersahabat, lucu dan punya radio personality yang bagus. Sebagai komuter saya perlu teman di jalan, bukan cuma sekedar musik.  Kalau cuma mau dengar musik saja, toh tinggal nyalakan iPod atau mp3 player saja. Pilihan lagunya pasti lebih bagus karena sayalah “music director” untuk iPod saya itu.

**Catatan 2: Eh ini ide nih! Kenapa tidak sesekali radio itu mengundang pendengar untuk membawa iPod mereka ke stasiun radio dan memutarkan lagu-lagu di dalamnya sembari mengajak mereka ngobrol tentang pilihan radio itu. Keren, kan?  *Catat!*

 

– RH, Jan 2016

5 thoughts on “Blog: Peringkat 6 Radio Terbaik Jakarta (Menurut Saya)

  1. Saya sukaaaaaa baanggeeett saamaa sore seru bara harsya, lucuu daan bikin ngakaak abiiss, ampee tak bela belaain googling di google sapa penyiarnya,,,, seru abiis

  2. Kadang joke garing bikin kesel dah ketebak ujungnya. Musik ipod/ mp3 lama lama bosen klw jalan nya jauh semisal lewat pantura pilih RRI 😂

  3. Setuju kang… Kalau di radio saya, Elshinta is the best. Dari tahun 2005 saya dengarkan sampe sekarang. Makin kesini makin bagus. Radio kedua adalah Brava buat lagu-lagu jadulnya yg lumayan lengkap jazzy collection-nya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *