[Reblog] How Many Can You Take?*

*Catatan: Ini adalah sebuah posting blog bersejarah buat saya di dunia media sosial. Tulisan ini dibuat persis 7 tahun lalu di blog wordpress.com, ketika memutuskan untuk akhirnya menutup akun Friendster saya. Friendster adalah salah satu layanan jejaring sosial yang cukup terkenal di masanya, sampai akhirnya Facebook muncul. Layanan itu kini sudah beristirahat dalam damai dan domain Friendster.com kini sudah berganti menjadi layanan game online.

~~~

cancelHari ini saya memutuskan untuk menghapus akun friendster saya. Dalam proses penghapusan, saya harus mengisi form dan salah satunya menanyakan apa alasannya. Cuma dua pilihan yang saya tick: (1) Tidak lagi tertarik dan (2) beralih ke layanan social networking lain yaitu Facebook!

Tapi jangan ge-er dulu, facebook. Saya bukan tergila-gila sangat pada kalian. Ini hanya bagian dari upaya saya untuk mulai menghapus satu persatu akaun social networking dan juga akaun-akaun lain yang sudah bertebaran dan jarang mendapat perhatian. Friendster saya malah sempat dihujani spam saking lamanya tidak ditengok.. Mungkin spam ini bahasa lain dari sarang laba-laba di alam nyata hehe

Mungkin seperti anda saya sangat suka menjajal berbagai bentuk layanan networking di internet. You name it: 43things, blog.com, blogspot, digg, diary, facebook, flickr, fotolog, friendster, imeem, jaiku, lastfm, linkedIn, Live Journal, multiply, muxlim, mybloglog, my heritage, my opera, myspace, odeo, orkut, pitas, plaxo, plurk, pownce, reunion, shelfari, twitter, vox, xanga, wordpress, wiki, yahoo360, youtube.. fiuhh.. masih banyak lagi yang bahkan alamatnya saja saya sudah lupa. Ini bahkan belum termasuk puluhan milis yang juga saya ikuti tapi tidak aktif 🙂

Kalau ada iklan yang taglinenya How low can you go, maka tagline buat saya adalah How many can you take? atau orang Betawi mungkin bilang: kemaruk amat sih luh, tong ? 🙂 Banyak akaun blog yang saya daftar, misalnya, akhirnya berakhir mubazir jadi one post wonder (istilah ini ketemu di blognya Enda) atau bahasa lainnya sampah digital! Hehe

Tapi bukan berarti saya tidak akan coba-coba kalau ada layanan lain. Bedanya, saya akan membiasakan diri untuk menghapusnya setelah puas mencoba. Bukan apa-apa.. Buat apa coba punya banyak akaun social networking kalau tidak terurus? Ujung-ujungnya kehidupan saya di alam maya malah didominasi oleh aktifitas approve sana, approve sini, nge add sana, nge add sini.. Kadang saya berpikir, jangan-jangan saya ikut semua layanan ini karena trend saja, ujung-ujungnya malah dibuat kerepotan sendiri hehe

Jadi, waktunya berbenah.. Bersih-bersih sampah di alam maya, dimulai dari friendster. Habis itu blogspot, dan entah apa lagi. Bagaimana memilih yang harus dihapus? Hmm.. ini subyektif sekali. Tapi saya pribadi lebih memilih yang sudah lama tidak aktif. Itu saja.

Trik lain yang juga saya lakukan adalah, kalau ada orang yang saya kenal mengirim invite untuk sebuah layanan social networking baru, saya akan kirimi dia kembali dengan undangan ke layanan yang sudah saya gunakan dan dimana banyak kawan-kawan saya berkumpul.. Fair enough?

Oya, buat mereka yang juga mengalami masalah seperti saya, ini ada dua posting menarik tentang masalah serupa. Mungkin bisa membantu, karena si penulis juga menyertakan hasil survei tentang layanan social networking yang menurutnya terpercaya.. bukan sekedar trend semata hehe

Udah ah.. mulai bersih-bersih lagi.. 🙂

Singapura, 23 Juli 2008
JaF

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *