Survey Podcast 2018 di Indonesia

Daily Social bikin survey yang sangat menarik soal Podcast di Indonesia. Dengan jumlah responden dari 2032 pengguna ponsel pintar, tentu ini riset yang serius dan valid. Hasilnya cukup mengagetkan buat podcaster seperti gue. Selengkapnya silahkan akses di tautan di bawah. Tapi berikut ini ada beberapa hasil yang menarik perhatian gue dan pastinya juga teman-teman podcaster lain:

Responden: Millenials Rule!

podsurvey

Yang menarik adalah usia pendengar podcast di Indonesia  40 persen lebih berasal dari usia 20-25 tahun (42,12%), diikuti oleh usia 26-29 tahun (25,52 %) dan usia 30-25 tahun (15,96%). Apa artinya? Menurut gue, persepsi bahwa generasi yang sering dijuluki millenial adalah generasi penonton daripada pendengar tidak terlalu tepat. Bisa jadi juga ini disebabkan karena kalangan usia itu sangat suka pada hal-hal yang dianggap “baru.” Menarik untuk dilihat setahun lagi apakah minat itu masih sama.

Satu lagi yang perlu diperhatikan adalah ternyata 80% lebih pendengar masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Ayo podcaster di daerah, ini kesempatan kalian!

Familiaritas: Siapa Bilang Podcast Nggak Dikenal?

podsurvey2

Hampir 70% responden tahu apa itu podcast dan 80% lebih diantaranya pernah dengar podcast dalam 6 bulan terakhir. So, siapa bilang podcast belum dikenal?

Podcast atau Radio: Radio, someone still love you?

podsurvey3

Sebagai (mantan) orang radio, gue selalu tertarik ingin tahu ini. Menurut survey Daily Social terjadi pergeseran yang cukup signifikan menuju trend mendengarkan audio berbasis digital. Apa artinya?

Orang radio: waktunya kalian mengadopsi teknologi audio digital. Gue nggak punya risetnya, tapi cukup bermodal streaming siaran kalian di internet saja tidak cukup. Orang semakin sibuk dan tidak mau lagi diatur harus dengar radio di jam-jam tertentu.

Podcaster: Gue percaya banget bahwa pola pikir acara podcast yang meniru style radio (baca: golden voice, heavy audio mixing dll) perlahan akan bergeser menjadi lebih personal, lebih natural, lebih ngobrol.

Platform: Spotify Rules!!

podsurvey4

Mengutip seorang teman podcaster: “Ini sih kampret banget!” haha! Meskipun aplikasi anchor ada di buntut dalam hal aplikasi untuk mendengarkan podcast, tapi sejak aplikasi itu menyediakan layanan distribusi ke Spotify, angka pendengar di Spotify melonjak gila-gilaan. Paling enggak itu yang gue rasakan di dua channel podcast gue. Ini relevan banget dengan data pendengar usia muda yang rasanya adalah pengguna Spotify.

Gue bukan buzzer Anchor, tapi kalau kalian podcaster mau tambahan pendengar, cobalah sasar pendengar Spotify, dan Anchor menyediakan itu secara gratis!

Yang tidak kalah menarik, Soundcloud sebagai basis “tradisional” pendengar podcast masih jumawa di peringkat kedua. Toh gue nyaris yakin perlahan mereka akan tergeser oleh Google Podcast.

Bicara podcast, Indonesia ini emang unik banget! Temen-temen podcaster gue di luar Indonesia sering bingung. Mereka sering “mendewakan” Apple Podcast sebagai channel utama mendengarkan podcast yang paling tob! Tapi lihat hasil survey itu. Dimana posisi Apple Podcast? Hehe..

Oya, gue acung jempol sama Inspigo, karena mereka masuk dalam daftar platform yang dipakai mendengarkan podcast, bersaing dengan penyedia layanan podcast luar negeri. Inspigo ini bisa dibilang sebagai platform podcast lokal yang paling niat dan keren. You’re well on your way, guys! 

Kapan Dengar Podcast: Eh, buset? Seriuss?

podsurvey5

Jujur ini yang paling bikin gue melongo. Asumsi bahwa pendengar podcast itu ada di drive time alias jam orang pulang pergi kantor atau sekolah ternyata terpatahkan oleh survei ini.

32,50% responden mendengarkan podcast di atas jam 9 malam. Memang yang mendengarkan di jam pulang kantor juga tinggi (27,02%), tapi di atas jam 9 itu menarik banget. Hasil ini diperkuat dengan data bahwa mayoritas mendengarkan podcast di rumah, cuy!!

 

KONTEN, KONTEN, KONTEN!

Hasil yang tidak kalah penting, terutama buat para podcaster adalah: Konten dan fleksibilitas akses itu adalah hal yang paling dianggap menarik oleh para responden survey.

Apa artinya? Fleksibilitas akses jelas sangat berpengaruh. Podcast adalah platform yang mudah dikonsumsi dan bisa disambi mengerjakan hal lain. Pas buat generasi multi tasker!

Tapi yang sangat amat tidak kalah penting kalau tidak bisa dibilang paling penting di atas segalanya adalah: KONTEN!

Cuy, lo mau pakai alat canggih yang menghasilkan kualitas audio podcast cring super bening banget pake stereo kiri kanan atas bawah, kalau konten lo kosong, percuma.

Sebaliknya, rekam podcast pakai ponsel tapi konten lo bagus, tentu akan jauh lebih menarik. Banyak contohnya!

Jadi, gue tetap pada pendapat gue setiap kali ada yang bertanya: “Bang, gue bikin podcast tentang apa ya?”

Gue akan selalu jawab:

Mulailah dari apa yang lo tau dan jangan sok tau!

Terus ketika ada yang tanya: “Bang, konten yang bagus kayak apa ya?”

Gue akan jawab:

Konten yang lo tau, dan bukan konten yang sok tau! 

hehehe!

Masih banyak data menarik lainnya soal podcast ini. Silahkan unduh aja di: https://dailysocial.id/post/laporan-dailysocial-penggunaan-layanan-podcast-2018

Angkat topi buat Daily Social yang sudah merintis survey ini.

 

Salam,

Rane

21 thoughts on “Survey Podcast 2018 di Indonesia

  1. Makin kesini konten podcast di Indonesia makin keren2 bang. Semoga podcast di Indonesia makin maju & membumi

  2. jujur aja, awal-awal dengerin yang namanya podcast itu pas 2015: podcast awal minggunya adriano qalbi. terus lanjut ke subjectivenya iqbal hariadi.

    2018, dari inspigo, saya jadi dengerin bang rane di soundcloud, kemudian beberapa minggu ini nemu di anchor. asik banget, mau kepo buku, atau yang in my sok tahu opinion, dan diary bangkok, suka saya dengerin ulang-ulang ampe istri saya pun pernah protes: “perasaan ini udah diulang berkali-kali deh” hahaha.

    sensasi dengerin podcast bang rane tuh beda. mungkin jam terbang yang aduhai selama puluhan tahun pengaruh juga sama kerendahan hati bang rane dalam berkomunikasi dengan siapa pun pada setiap episode podcast suarane.

    biasanya saya dengerin podcast suarane di anchor atau soundcloud pas lagi jalan pagi tiap sabtu-minggu, 2,5 jam cukup buat dengerin 3-4 episode. tapi lebih asoy sih kalo didengerin di atas jam 10 malem. serasa dengerin radio pada masa kecil, cuman insightnya lebih kekinian dan nempel banget di kepala. kata kuncinya mungkin: “ringan” tapi setelahnya bikin “merenung” ampe berhari-hari.

    sukses selalu, bang rane. ditunggu terus episode baru podcastnya. percayalah, bang, generasi millenial yang sarat ketergesaan dan full of ambiguity macam saya ini tetep perlu insight-insight teduh dan menenangkan dari generasi x macam bang rane (entahlah ini pujian atau jebakan umur ya hahaha).

    1. Cepy, makasih banget. Selalu nambah semangat dapet komen2 seperti ini!

      nb: saya juga milenial kok.. Milenial rambut putih wkwkwkkw

  3. Alhamdulillah, pensiun dari dunia radio buat orang yang nggak bisa mingkem kayak saya memang berat Bang. Syukur syukur Nemu ilmu baru di sini. ( Sepertinya bukan baru tapi memang sayanya yang telat alias kurang gaul jadi ketinggalan ).
    Ulasan sampeyan ini menarik untuk direnungkan bahwa podcast itu ternyata begini dan begitu. Kok baru tahu saya.
    Hari ini saya jadi lebih yakin dan pede untuk serius menggarap podcast saya.
    Bocorannya ni Bang, saya punya cita-cita buat bikin Podcast pondok curhat. Belum mulai Bang episode pertama aja baru perkenalan doang.
    Mohon ijin nih saya mau belajar dari podcast njenengan dan juga dari podcasters senior yang sudah lebih dulu exist dan sukses bikin konten podcast yang menarik dan disukai.
    Terima kasih sudah mengulas survey ini dan membuka mata saya untuk bangkit lagi setelah kebingungan meluapkan kerinduan untuk ” bicara “.

    Salam hormat saya.

  4. Ulasan yang menarik Bang. Kebetulan saya ngajar mata kuliah radio, dan menggugah semangat mahasiswa mendengarkan radio itu susahnya minta ampun. Tetapi setelah saya buat Podcast sendiri, ternyata mereka lebih antusias. Maka jadilah sekarang podcast menjadi materi kuliah

  5. Selamat pagi, pak rane saya pengemang platform smart speaker. gimana caranya kalo mau memasukan content podcast di smart speaker kami. contact saya 081310333013

  6. assamualaikum mas, kira-kira ada data buat pengguna podcast wilayah Sumatera gak mas??
    sebelumnya terima kasih atas postingannya, bermanfaat banget buat penelitian saya..
    wassalam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *