[Klipping] Teknologi Radio Satelit

Kalau diamati, rasanya perkembangan teknologi radio siaran (broadcast radio) berjalan cukup lambat. Perkembangan signifikan terjadi ketika siaran radio AM (yang di Indonesia masih berjaya hingga tahun 1980-an) berganti menjadi siaran FM, yang menghasilkan kualitas audio jauh lebih baik dibanding AM.
SETELAH 20 tahun berlalu, atau setelah 40 tahun digunakannya FM di dunia, tidak tampak lagi perubahan mendasar pada teknologi broadcast. Bahkan, perlahan tapi pasti, hadirnya teknologi informasi dan audio terbaru mulai menggeser keberadaannya. Di Indonesia, penyelenggara siaran televisi baru skala lokal dan nasional tampak lebih menarik dalam menyampaikan berita dan siaran interaksi dibanding stasiun radio. Siaran televisi khusus musik dan teknologi CD serta MP3 telah memanjakan penggemar musik dengan kualitas audio di atas radio FM. Musiknya pun telah dapat dinikmati dengan peralatan saku yang berukuran mini.

Sejarah radio satelit

Kini, teknologi siaran radio mengalami revolusi dengan munculnya siaran radio berbasis satelit (satellite radio broadcast). Sejarahnya dimulai pada tahun 1992 di Amerika Serikat (AS). Saat itu, FCC (Federal Communications Commission) yang merupakan badan pengatur telekomunikasi di AS mengalokasikan sebuah spektrum di band frekuensi “S” (sekitar 2,3 GHz) untuk siaran nasional (di AS) berbasis satelit dengan menggunakan audio digital (digital audio radio service/DARS).

Hanya ada empat perusahaan yang mengajukan diri untuk mendapat izin siaran. Tahun 1997, FCC memberi izin kepada: CD Radio (yang berganti nama menjadi Sirius Satellite Radio) dan American Mobile Radio (yang berganti nama menjadi XM Satellite Radio). Masing-masing membayar lebih dari 80 juta dollar AS untuk menggunakan band atau pita frekuensi yang tersedia.

Ternyata, hanya XM Radio-lah yang dapat melanjutkan bisnisnya dan mulai siaran secara nasional pada 25 September 2001. Sementara Sirius belum mampu menindaklanjuti, dengan gencar XM Radio menawarkan aneka program dan penerimaan audio berkualitas tinggi bagi penggemar home audio dan car audio.
Dari pusat siaran (broadcast centre) di Washington DC yang mempunyai 82 studio digital, XM Radio memancarkan 101 saluran yang berisi program acara: musik, berita, wawancara atau talk show, olahraga, komedi, dan acara anak-anak. Ke-101 saluran itu dipancarkan bersama-sama ke satelit. Para pelanggan dapat menerima langsung dari satelit atau melalui stasiun pengulang (repeater) yang ada.
Keunggulan radio satelit

Dengan menggunakan satelit, cakupan area yang dihasilkan sistem ini jelas lebih luas daripada yang dicapai stasiun radio konvensional. Di AS, cakupan areanya dibatasi hanya untuk seluruh wilayah negaranya. Dengan begitu, pendengar yang sedang melakukan perjalanan dari suatu kota ke kota lain di AS tidak perlu lagi pindah saluran ke stasiun radio yang berbeda. Cukup sekali tune ke XM Radio, setelah itu tidak perlu diubah lagi.

Pada dasarnya, sinyal radio yang dipancarkan akan selalu mengalami redaman. Semakin jauh jarak yang ditempuh, semakin lemah pula sinyalnya sehingga mengurangi kualitas audio yang diterima. Penggunaan satelit berdaya tinggi (XM Radio menggunakan satelit berdaya 500 kilowatt) dengan pancaran langsung ke Bumi akan menghasilkan sinyal radio yang layak diterima oleh pesawat penerima.
Untuk dapat menerima siaran dari satelit, antena penerima dan satelit harus berada dalam kondisi line of sight (lurus, langsung tanpa halangan). Kondisi ini tidak akan tercapai jika penerima terletak di suatu lembah atau kota penuh gedung-gedung bertingkat. Untuk mengatasinya dipasanglah stasiun pengulang (repeater) yang berfungsi sebagai perantara satelit dengan penerima. Cara ini akan mengurangi daerah-daerah blankspot.

Kehebatan kualitas audio

Radio satelit adalah satu-satunya siaran radio yang menggunakan teknologi digital seutuhnya. Kelebihan-kelebihan sistem digital dengan berbagai teknologi pemrosesan dan perbaikan sinyalnya menyebabkan audio yang ditampilkan radio satelit akan setara dengan kualitas CD.

Untuk memaksimalkan keunggulan pemrosesan sinyal digital, kabel fiber optic dipasang di seluruh bagian pusat siaran (broadcast centre). Dibanding kabel tembaga, fiber optic sangat tahan terhadap interferensi frekuensi radio (radio frequency interference/RFI) dan dengung (hum) yang ditimbulkan oleh perangkat-perangkat listrik.

Selain itu, dengan daya pancar satelit yang kuat akan diperoleh rasio signal to noise (S/N) lebih besar dari 40 dB. Rasio S/N sebesar itu cukup untuk menghasilkan sinyal berkualitas tinggi yang tetap bersih. Untuk menambah kebersihan sinyalnya, radio satelit mempunyai dynamic range yang lebar. Sebagai perbandingan, dynamic range radio AM adalah 30 dB, radio FM 50 dB, sedang radio satelit 90 dB. Dengan dynamic range yang lebar, suara musik orkestra yang juga mempunyai dynamic range lebar tidak perlu lagi dikompres menjadi sempit, sebagaimana yang dilakukan di radio AM dan FM. Akibatnya, suara orkestra yang kita dengar akan sebening suara aslinya.

Untuk mendapat kelebihan itu dan untuk mengakomodasi 101 saluran siaran, XM Radio menggunakan bandwidth sebesar 12,5 MHz, 60 kali lipat bandwidth sebuah stasiun radio FM yang hanya sebesar 200 KHz. Dengan kelebihan-kelebihan itu, pendengar radio tidak dapat membedakan suara yang dikeluarkan oleh CD dan radio satelit.

XM Satellite Radio

XM Satellite Radio adalah sebuah perusahaan siaran radio berbasis satelit yang berpusat di Washington DC. Pada tanggal 6 Juli 1992, ia didirikan dengan nama American Mobile Radio Corporation dan berubah nama menjadi XM Satellite Radio pada tanggal 12 Oktober 1998. XM Satellite Radio menerima lisensi DARS dari FCC pada 10 Maret 1997.

Walaupun merupakan salah satu dari dua perusahaan pertama yang menerima lisensi DARS, ia menjadi satu-satunya pelopor siaran radio satelit karena perusahaan lain (Sirius Radio Satellite) masih mengalami kendala pada jaminan kualitasnya.

Periode 1998 hingga 2000 merupakan tahun-tahun yang sibuk bagi XM Radio. Banyak persiapan-persiapan yang harus dilakukan. Tahun 1998, perusahaan ini menandatangani kerja sama dengan Hughes Space dan Communication International (yang sekarang menjadi Boeing Space System) untuk membuat dua satelit geostasioner HS 702 yang peralatannya diproduksi oleh Alcatel.

Pada tahun 1998, perusahaan ini juga menandatangani kerja sama dengan Pioneer Electronics dan Alpine Electronics untuk membuat penerima radio satelit yang ditempatkan di mobil. Selain itu, juga menandatangani kontrak dengan ST Microelectronics yang mendapat lisensi teknologi XM. Lisensi itu digunakan untuk merancang chipset (komponen-komponen IC) yang akan dipasang di penerima radio.
Tahun 2000 adalah tahun di mana XM Radio mulai turun gelanggang untuk memperkenalkan dan menawarkan teknologinya kepada masyarakat. Bersamaan dengan itu, juga dipilih TBWA/Chiat/Day sebagai agen periklanannya. Di tahun ini pula, XM Radio menandatangani kerja sama dengan Sony Electronics untuk pembuatan penerima radio satelit kompak yang dapat diselipkan di radio mobil atau home audio di rumah dengan teknik “Plug n’ Play”.

Tahun 2001 menjadi tahun penting bagi XM Radio karena pada tanggal 18 Maret diluncurkan satelit HS 702 “Rock” , yang disusul dengan HS 702 “Roll” pada tanggal 8 Mei. Selain itu juga dilakukan pengiriman pertama chip produksi ST Microelectronics yang dipesan oleh perusahaan-perusahaan pembuat penerima radio.

Dan yang penting, pada tanggal 25 September 2001 dilakukan siaran radio satelit digital pertama di AS, walaupun hanya untuk Dallas dan San Diego. Tanggal 12 November 2001 menjadi tanggal bersejarah karena sejak itu XM Radio memancarkan siaran ke seluruh negeri AS.

Pesawat penerima radio XM

Hingga tahun 2003 telah dibuat puluhan model penerima radio XM yang diproduksi oleh enam perusahaan elektronika utama pendukung hadirnya XM Radio. Termasuk di antaranya: Pioneer Electronics, Sony Electronics, dan Alpine Electronics. Bahkan, Pioneer dan Alpine berencana membuat penerima tersebut sebagai bagian dari jalur produk standarnya sehingga menghasilkan radio murah.
Sementara itu, Sony menawarkan teknik “Plug n’ Play” yang berupa unit penerima handheld yang dapat diselipkan di Sony car head unit maupun Sony home stereo. Penerima-penerima XM ini membuat pelanggan dapat menerima siaran digital kualitas tinggi di seluruh penjuru AS.

PC “receiver”

Selama ini, musik di PC (personal computer) dapat dinikmati dengan beberapa cara. Pertama kali menggunakan CD, kemudian MP3. Tidak lama sesudah itu muncullah audio stream. XM Radio menambah khazanah evolusi dengan memperkenalkan XM PCR (personal computer receiver).

XM PCR adalah sebuah peralatan dengan konektor USB yang membuat kita dapat menerima 100 kanal siaran dengan audio berkualitas digital pada speaker PC. XM PCR berupa kotak kecil yang dapat ditempatkan di depan komputer di meja kita. Antena satelit kecil yang dihubungkan dengannya dapat ditempatkan dengan mudah pada tempat terpisah.

Setup PCR dilakukan dengan menginstalasi software interface di komputer berbasis MS Window. Software yang telah diinstalasi membuat kita dapat mengatur jenis siaran sesuai dengan selera. Kita dapat memilih saluran yang ingin didengar dari 100 saluran yang ada atau melihat judul lagu-lagu yang dimainkan pada saat itu. Selain itu, juga dapat ditampilkan menu pop-up yang memberitahukan bahwa lagu band favorit kita sedang dimainkan di suatu saluran. Dapat juga dibuat daftar pengaktifan saluran favorit.

Pokoknya, teknologi siaran terbaru ini telah memanjakan penikmat siaran radio berkualitas tinggi di Amerika. Dan segera menyebar ke calon pelanggan lain, terutama di Amerika Selatan, Asia, dan Afrika, karena operator bernama World Space telah siap. Bahkan, ia segera mulai siaran di Amerika Selatan.

PRIHADI MURDIYAT Mahasiswa S2 Telekomunikasi Multimedia ITS

Sumber: Kompas, Jumat, 06 Februari 2004

Previous post
Next post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *