Blog: Tentang Dewan Pengawas RRI Itu..

20160224043346-bYa, teman-teman mungkin banyak yang sudah tahu kalau saya ikut mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Pengawas (Dewas) LPP Radio Republik Indonesia. Ini adalah struktur tertinggi di RRI yang bertugas menyusun kebijakan, memilih jajaran direktur dan menjalankan fungsi pengawasan. Singkat kata, saya tidak terpilih, setelah menjalani proses Fit and Proper Test di DPR tanggal 22 Februari lalu.

Meski tidak terpilih, saya merasa berkewajiban menyampaikan laporan lewat tulisan ini sebagai bentuk pertanggung jawaban saya kepada publik, karena saya mencalonkan diri dari unsur masyarakat, terutama kepada teman-teman yang sudah memberikan dukungan baik dukungan moril maupun dukungan langsung dengan memberikan masukan kepada Komisi 1 DPR. Terima kasih banyak, ya!

Proses pencalonan menjadi anggota Dewas sudah dimulai sejak bulan Juni tahun lalu, mulai dari test tertulis, psikotes, wawancara sampai akhirnya setelah proses yang panjang dan lama, saya masuk dalam daftar 15 calon anggota yang dipilih oleh Presiden dan diajukan ke DPR untuk menjalani uji kepatutan dan kelayakan (Fit and Proper Test) dan akan dipilih hanya 5 orang.

Dari teman wartawan saya dapat informasi kalau Komisi 1 DPR sempat mengadakan dengar pendapat dengan pakar komunikasi, dua praktisi radio senior dan juga seorang mantan direktur RRI, untuk meminta masukan tentang para calon. Begitu mendengar jalannya proses dengar pendapat itu, saya sempat ciut dan terpikirkan untuk mundur karena menganggap ini sudah proses politik. Tapi ketika lewat media, DPR mengundang masyarakat untuk memberikan masukannya tentang ke 15 calon saya kembali bersemangat. Beberapa teman bahkan menggalang dukungan untuk memberikan masukan langsung ke Komisi 1. No turning back, whatever the result will be!

Singkat kata, tanggal 22 Februari 2016 saya pun duduk di ruang rapat Komisi 1 DPR RI bersama calon lainnya untuk memberikan pemaparan visi dan misi dan menjawab berbagai pertanyaan dari para anggota DPR. Jujur, agak kecewa juga karena sedikit sekali anggota dewan yang amat sangat terhormat itu yang hadir, bahkan ada satu fraksi yang semua anggotanya tidak hadir. Waktunya pun dipersingkat. Hanya satu putaran tanya jawab dan tidak dilanjutkan lagi padahal waktu yang diberikan pada para calon terbatas dan banyak yang tidak sempat terjawab. Padahal waktu masih panjang. Tapi okelah itu hak DPR kok. Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari soal radio, visi misi, motivasi mencalonkan diri, soal rencana penggabungan RRI dan TVRI sampai soal LGBT sekalipun dan kami peserta berusaha menjawab sebisanya dengan waktu yang terbatas.

20160224043044

Hari ini, Rabu 24 Februari setelah melakukan fit and proper test gelombang ketiga, Komisi 1 pun mengumumkan 5 nama dari 15 calon yang mereka pilih. Ke lima calon itu adalah: Rosarita Niken Widiastuti (unsur RRI dan Direktur RRI saat ini), Hasto Kuncoro (unsur RRI) dan Mistam (unsur RRI), Tantri Relatami (unsur Pemerintah) dan Frederik Ndolu (unsur Masyarakat, yang juga mantan RRI).

Sesuai janji saya di hadapan komisi 1 DPR RI, saya menerima keputusan tersebut! Kalaupun ada yang saya sayangkan adalah tidak adanya lagi unsur masyarakat yang duduk di Dewas. Di Dewas periode sebelumnya ada dua orang unsur masyarakat (Non RRI), bahkan karena tahu ada unsur masyarakat itulah saya bersemangat mencalonkan diri, karena sebagai orang radio dan pendengar radio, saya merasa unsur masyarakat ini bisa melengkapi dan memperkaya upaya memajukan RRI yang sejak 2005 sudah menjadi Lembaga Penyiaran Publik, bukan lagi radio pemerintah. Malah para calon lain dari unsur masyarakat itu semuanya orang hebat di dunia radio dan juga dunia digital.

Saat tahu saya mencalonkan diri, beberapa teman sudah mengingatkan bahwa proses pemilihan ini bukan hanya soal kemampuan dan pengalaman apalagi idealisme, tapi lebih dari itu, ini adalah proses politik.

Saya sadar sekali, namun mencoba nggak ada salahnya toh? hehe.. Bagaimanapun radio adalah passion saya, dan saya ingin sekali menyumbangkan pengalaman, pengetahuan dan passion saya untuk menjadikan RRI lebih maju dan tidak kalah dengan radio swasta lain. Idealis? Ya! Terus terang saya gemas melihat RRI yang jangkauannya luar biasa jauh dan teknologinya juga canggih, tapi dari sisi kontennya masih tidak banyak berubah. Padahal sudah 10 tahun lebih statusnya ditetapkan menjadi radio publik dan bukan lagi radio pemerintah.

Yah, masih ada harapan mungkin. Semoga saja.. Bagaimanapun orang-orang di dewas yang sekarang itu juga adalah para profesional radio, bukan orang kemarin sore.

Selamat kepada para anggota Dewas LPP RRI 2015-2020. Tugas berat menanti karena diperkirakan di masa jabatan mereka proses penggabungan RRI dan TVRI menjadi satu lembaga penyiaran publik akan digolkan oleh DPR. Saya sangat menantikan saat itu, terutama saat ketika RRI dan TVRI bisa benar-benar menjadi lembaga penyiaran yang murni bertanggung jawab kepada publik dan hanya kepada publik! Bukan lagi corong pemerintah! Tidak usah membandingkan diri dengan BBC atau NHK. Cukup jalankan fungsi sebagai radio publik. Itu sajalah dulu..

Oya, rekaman pemaparan saya di DPR bisa didengarkan di bawah ini (atau klik di sini), sementara makalah singkat saya bisa diunduh dan dibaca di sini. Sayang saat sesi tanya jawab tidak terekam.

Sekali lagi tulisan ini saya buat sebagai bentuk pertanggung jawaban saya kepada mereka yang sudah begitu bersemangat mendukung saya baik secara moril maupun dengan memberikan masukan langsung kepada Komisi 1 DPR. Maaf kalau saya mungkin mengecewakan, tapi saya sudah berusaha!

Terima kasih tak terhingga, kawan-kawan!!

Radio is my passion, and it will always be my passion!

– Ambon, 24 Februari 2015

~~~

 

12 thoughts on “Blog: Tentang Dewan Pengawas RRI Itu..

  1. No turning back, whatever the result will be! dan dengan belajar dari pengalaman Bang Rane setidaknya saya dan orang lain dapat belajar 🙂
    Semangat!

  2. setidaknya, ada pengalaman. been there done that. mencoba, ngicipi, berinteraksi langsung dg insan2 politik-ing (cieee). artinya pun, namamu sdh pernah ‘dibaca’, mudah2an diingat, dan pada akhirnya nanti dihubungi utk suatu proyek atau apalah yg berkaitan dg peng-radio-an indonesia. sapa tau toh.

    mengenai isi presentasi: menurut gw brilliant banget. mencakupi rencana jangka pendek, dan jangka panjang. lengkap dg contoh yg ingin dilakukan. plus pendanaan. jd pingin tanya, gimana toh presentasi org terpilih. 🙂

  3. Keren Mas. Setidaknya sebagai wakil masyarakat non RRI, upaya Anda sudah maksimal. Angkat jempol. Salam sukses.

  4. Om Rane Hafied sudah sy dengar di Radio sejak di RSI. Saya tahu Om Rane juga bukan orang kemarin sore, Sebenarnya yang dibutuhkan adalah orang seperti Bapak yang wawasan dan pasion tentang radio publik sudah mendunia. Terima Kasih telah ikut mendaftar demi para pecinta radio, setidaknya keinginan publik akan adanya perubahan di instansi penyiaran publik telah terdengar didunia politik sana… dengan hadirnya bapak disitu walau ujungnya politis…. hehehe Salam Hangat Semoga Sukses Pak La Rane Hafied Gany.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *