Tentang Para Turis Indonesia Itu

Capture

Belakangan ini di media sosial muncul banyak cerita tentang ulah-ulah turis Indonesia di luar negeri yang membuat kekacauan. Mulai dari turis Indonesia yang merontokkan bunga-bunga Sakura di Jepang untuk berfoto, sampai mereka yang makan di sebuah restoran di Bandara di Jepang tapi menolak untuk membersihkan bekas-bekas makannya sesuai kebiasaan masyarakat di sana.

Jujur, saya dulu pernah jadi bagian dari mereka yang diceritakan di artikel ini. Pertama kali jadi penduduk Tokyo, makan di kantin kantor dan di bawah sadar langsung pergi saja begitu selesai. Seorang pelayan menegur sopan dengan bahasa Jepang sambil tersenyum dan menunjuk nampan serta mangkok bekas makan saya. Saya meminta maaf sambil membungkuk berulang-ulang. Belakangan saya baru sadar apa yang diucapkannya dengan bahasa yang terdengar ramah itu: “Ini bukan seperti di negaramu..”. Anak kampungan ini langsung malu dan nggak akan pernah lupa selamanya.

Di lain kesempatan, saya menemani seorang pejabat daerah dari tanah air. Bahasa Inggrisnya encer, maklum lulusan universitas bermerek di luar sana. Gaya dan penampilannya sudah kayak orang New York yang seliweran di jalanan persis seperti di film-film Holywood itu. Tapi begitu kami makan di restoran mahal di Shibuya, keluar aslinya. Makan berisik, ketawa kencang, bekas-bekas makanan berserakan dan tissue di mana-mana. Ketika mau pulang, saya refleks membereskan. Dia lantas menegur dan bilang: “Biar saja. Kita kan bayar sudah termasuk pelayanan. Tenang, aku yang bayar. Nanti kuberi dia tips gede..” katanya sambil mencungkil2 gigi dengan pinggiran kartu kredit plastiknya. Pemandangan yang tidak akan saya lupa.

Nggak perlu keluar negeri lah untuk bertemu mereka. Ayo mampir ke mall terdekat dan perhatikan meja-mejanya. Itu mereka! Itu kita!

Jadi jangan tertawakan turis Cina yang merontokkan bunga sakura untuk di foto, karena ada turis Indonesia yang melakukan hal sama.

Jangan maki-maki turis Cina yang saat sarapan ala buffet di hotel, mengambil makanan sebanyak mungkin terus meninggalkan sisa yang masih menumpuk, karena ada turis kita yang juga begitu.

Seperti Cina, kelas menengah Indonesia juga semakin bertambah. Mimpi mereka ke luar negeri, pakai sepatu boots tinggi, jaket panjang dan leher tergulung syal kayak di film-film Korea atau Holywood dengan mudah kini mewujud.

Sayang banyak diantara mereka yang datang membawa mimpi buruk bagi penghuni negara yang dikunjunginya..

Pssstt… bro.. sis.. malu ah! Itu bukan negaramu.. Mau duitmu sekoper juga, kamu cuma tamu! Bagaimana orang tua kita dulu mengajari kita kalau bertamu ke rumah orang? Apa? Lupa? Ya sudah, sana tanya sama pembantu rumah tanggamu yang sering membereskan piring bekas makanmu itu.. Dia pasti tahu..

Previous post
Next post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *