Menulis Jurnal Seperti Murakami
Ada satu video menarik yang nyangkut di linimasa YouTube gue. Mungkin karena gue penggemar Haruki Murakami, video itu langsung menarik perhatian. Lebih menarik lagi karena dia mengacu ke buku Murakami yang judulnya What I Talk About When I Talk About Running. Ini salah satu karya Murakami yang paling personal menurut gue. Dan lebih menarik lagi karena gue suka menulis jurnal.
Sam Mas, host Youtube itu mengawali dengan cerita betapa banyak orang yang struggling dalam menulis jurnal karena tidak tahu apa yang harus mereka tulis. Mereka ingin menulis sesuatu yang introspektif dan dalam.
Salah satu penyebabnya adalah faktor kultural. Banyak yang menjadikan jurnaling sebagai semacam bentuk pertunjukan. Para penulis dan influencer menjadikannya semacam alat penemuan diri atau emotional healing. Tentang bagaimana memperbaiki hidup.
Dari pengantarnya saja gue sudah langsung tertarik untuk menyimak lebih jauh. Benar juga. Pola menulis jurnal gue selalu berubah-ubah. Padahal tujuan awalnya sederhana saja: merekam keseharian, mengarsip hidup. Walaupun nggak salah juga kalau menulis jurnal untuk healing. Nggak ada aturan baku.
Beberapa hal menarik yang gue pelajari dari Sam Mas ini adalah:
Fokus pada Observasi, Bukan Kedalaman yang Dipaksakan: Banyak orang gagal menulis jurnal karena mereka menunggu inspirasi yang mendalam atau introspektif. Sebaliknya, tulislah tentang detail biasa seperti cuaca, makanan, atau aktivitas harian karena detail eksternal ini justru sering kali menangkap lebih banyak makna daripada hanya berfokus pada dunia internal.
Gunakan Detail Kecil sebagai "Jangkar": Daripada mencoba menjawab pertanyaan abstrak yang melumpuhkan seperti "bagaimana saya bisa berubah?", mulailah dengan sesuatu yang kecil dan nyata. Ada kisah bagus dari poin ini di video tersebut.
Kedalaman Muncul Secara Alami: Haruki Murakami menggunakan aktivitas lari sebagai lensa untuk memikirkan filosofi hidup, penuaan, dan kreativitas. Dia tidak mulai dengan mencoba membicarakan topik besar tersebut. Dia hanya mencatat detail seperti jarak lari atau musik yang didengar, dan pemikiran mendalam muncul dengan sendirinya dari catatan tersebut. Ah, ini menarik banget. Coba ah..
Tonton lengkap videonya di bawah ini atau klik di sini.
Semoga bermanfaat ya.
Tangsel, 6 Januari 2026