<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
		xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>suarane.org</title>
	<atom:link href="http://suarane.org/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://suarane.org</link>
	<description>serba-serbi dunia radio siaran</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Mar 2012 03:53:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<copyright>Copyright © Rane Hafied, 2011 </copyright>
	<managingEditor>rane@hafied.org (suarane.org)</managingEditor>
	<webMaster>rane@hafied.org (suarane.org)</webMaster>
	<ttl>1440</ttl>
	<image>
		<url>http://suarane.org/wp-content/uploads/2007/08/suarane_sm.jpg</url>
		<title>suarane.org</title>
		<link>http://suarane.org</link>
		<width>144</width>
		<height>144</height>
	</image>
	<itunes:subtitle></itunes:subtitle>
	<itunes:summary>serba-serbi dunia radio siaran</itunes:summary>
	<itunes:keywords></itunes:keywords>
	<itunes:category text="Society &#38; Culture" />
	<itunes:author>suarane.org</itunes:author>
	<itunes:owner>
		<itunes:name>suarane.org</itunes:name>
		<itunes:email>rane@hafied.org</itunes:email>
	</itunes:owner>
	<itunes:block>no</itunes:block>
	<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
	<itunes:image href="http://suarane.org/wp-content/uploads/2007/08/suarane_sm.jpg" />
		<item>
		<title>Bohong!</title>
		<link>http://suarane.org/?p=690</link>
		<comments>http://suarane.org/?p=690#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Mar 2012 03:40:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rane</dc:creator>
				<category><![CDATA[Programa]]></category>
		<category><![CDATA[Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[bohong]]></category>
		<category><![CDATA[Mike Daisey]]></category>
		<category><![CDATA[monologue]]></category>
		<category><![CDATA[retraction]]></category>
		<category><![CDATA[This American Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suarane.org/?p=690</guid>
		<description><![CDATA[<p style="float:right; margin:0 0 10px 15px; width:240px;">
		<img src="http://suarane.org/wp-content/uploads/2012/03/retracted.jpg" width="240" />
		</p>Salah satu godaan terbesar bagi seorang penyiar adalah memelintir informasi agar apa yang disajikan jadi lebih menarik. Mimpi buruk kalau ini sampai terjadi. Lebih buruk lagi kalau sampai ketahuan.
Beberapa waktu lalu saya menulis tentang sosok ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="float:right; margin:0 0 10px 15px; width:240px;">
		<img src="http://suarane.org/wp-content/uploads/2012/03/retracted.jpg" width="240" />
		</p><p><img src="http://suarane.org/wp-content/uploads/2012/03/retracted.jpg" alt="" align="left" hspace="5" vspace="5" />Salah satu godaan terbesar bagi seorang penyiar adalah memelintir informasi agar apa yang disajikan jadi lebih menarik. Mimpi buruk kalau ini sampai terjadi. Lebih buruk lagi kalau sampai ketahuan.</p>
<p>Beberapa waktu lalu saya menulis tentang sosok <strong><em>Mike Daisey</em></strong>, seorang seniman monolog di Amerika. (baca artikel: <a href="”http://suarane.org/?p=566”" target="”_blank”">Belajar Bercerita dari Tuan Daisey)</a>. Ceritanya belum lama ini dia mementaskan monolog tentang “liputannya” ke pabrik Apple di Cina yang menceritakan tentang betapa mengenaskannya kondisi para pekerja Cina yang sehari-hari memproduksi iPhone dan iPad. Karyanya itu menarik minat para produser di <strong>This American Life</strong> (TAL), sebuah acara radio terkenal di Amerika yang kemudian mengudarakan cuplikan monolognya itu. Episode TAL yang diberi judul “<em>Mister Daisey and The Apple Factory</em>” sepanjang 39 menit itu laris manis bahkan konon merupakan salah satu episode yang paling banyak didengar dan diunduh di situs web TAL.<span id="more-690"></span></p>
<p>Tapi ternyata oh ternyata.. Mike ketahuan berbohong! Ia memelintir banyak fakta dari monolognya sehingga secara keseluruhan sangat tidak layak disebut sebagai sebuah karya jurnalistik. Banyak fakta yang ternyata dipelintir. Ia misalnya tidak pernah bicara dengan seorang karyawan yang tangannya hancur akibat kecelakaan kerja. Ia berbohong tentang usia para pekerja pabrik yang katanya di bawah umur, dan masih banyak lagi. Kebohongan ini terungkap dari kecurigaan seorang koresponden di Shanghai yang kemudian melakukan pengusutan. Hasilnya kemudian dituangkan dalam episode TAL yang sangat menarik, berjudul “<em>Retraction</em>.”</p>
<p>Menarik sekali karena episode yang berangkat dari rasa penyesalan mendalam para produser di TAL karena sudah ikut mengudarakan kebohongan si tuan Mike itu dikemas sebagai sebuah program radio yang dahsyat. Program itu dibuka dengan hasil penelusuran koresponden mereka di Cina yang mengusut kebohongan Mike. Salutnya Mike Daisey sendiri bersedia hadir di acara itu. Cara Ira Glass, si pembawa acara “menginterogasi” Mike sangat mengesankan. Bahkan jeda panjang antara pertanyaan-pertanyaan Ira dengan jawaban Mike dibiarkan apa adanya, kosong, hanya suara nafas yang terdengar sesekali, sehingga menambah tegang suasana. Program kemudian ditutup dengan wawancara tentang apa yang sebenarnya terjadi pada para pekerja pembuat iPhone itu di Cina sana. Buat teman-teman radio, perhatikan sekali teknik produksi program ini. Banyak trik produksi menarik yang mungkin bisa jadi inspirasi. (Tautannya untuk mendengarkan program itu ada di bawah artikel ini).</p>
<p>TAL tidak sekedar meminta maaf karena ikut menyebarkan kebohongan itu. Mereka mengemasnya menjadi sebuah program menarik dan faktual. Program yang menjunjung tinggi prinsip jurnalistik.</p>
<p>Sayangnya, Mike Daisey tetap bersikukuh bahwa ia tidak sepenuhnya bersalah. Di situs webnya ia menuliskan sikap bahwa apa yang dilakukannya adalah sebuah karya teatrikal yang menggabungkan fakta, memoar dan drama untuk menceritakan sebuah kisah manusia. “<em>What I do is not journalism. The tools of the theater are not the same as the tools of journalism</em>,” tulisnya. Dalam wawancara di TAL dia juga bilang bahwa ini adalah caranya untuk peduli pada nasib para pekerja di Cina itu. Ia juga menyesali telah mengizinkan karyanya diudarakan di acara TAL.</p>
<p>Sah-sah saja dia bilang begitu. TAL sendiri menyesali karena tidak memastikan kembali fakta yang diceritakan oleh Mike. Karya teatrikal dan jurnalistik memang beda. Tapi bagi saya itupun sebuah kebohongan bagi para penikmat karya teatrikal si tuan Mike. Ini pendapat saya. Silahkan Anda nilai sendiri.</p>
<p>Yang jelas, pujian saya terhadap kemampuan bercerita Mike Daisey tetap tidak berubah. Kemampuan deskripsi, caranya mengatur alur pembicaraan, caranya memainkan intonasi adalah sebuah hal yang patut dicontoh oleh para penyiar atau reporter radio ketika memaparkan fakta kepada para pendengar.</p>
<p>Ingat! Fakta, ya!</p>
<p>:p</p>
<p>- Tokyo, 22 Maret 2012</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p><strong>Tautan Terkait:</strong></p>
<p>:: <a href="http://www.thisamericanlife.org/radio-archives/episode/454/mr-daisey-and-the-apple-factory" target="_blank">Episode Mister Daisey and The Apple Factory yang penuh kebohongan itu.</a></p>
<p>:: <a href="http://www.thisamericanlife.org/radio-archives/episode/460/retraction" target="_blank">Episode &#8220;Retraction&#8221; yang menjelaskan tentang kebohongan itu.</a> Buat teman-teman radio, perhatikan sekali teknik produksi program ini. Banyak trik menarik yang mungkin bisa jadi inspirasi.</p>
<p>:: <a href="http://mikedaisey.blogspot.jp/2012/03/statement-on-tal.html" target="_blank">Bantahan Mike Daisey di blognya.</a> &#8220;Apa yang saya lakukan ini bukan karya jurnalistik,&#8221; bantahnya. Ini katanya karya teatrikal. Hmm..</p>
<p>:: <a href="http://mikedaisey.blogspot.jp/2012/03/georgetown-talk.html" target="_blank">Penjelasan Mike di hadapan para penggemarnya dalam sebuah kesempatan pentas monolog pertamanya sejak kasus itu menjadi kontroversi.</a> <em>I don&#8217;t know Mike.. You&#8217;re so full of contradiction..</em></p>
<p>*Sumber gambar/image: thisamericanlife.com</p>
<img src="http://suarane.org/?ak_action=api_record_view&id=690&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suarane.org/?feed=rss2&#038;p=690</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Snackr: &#8220;Ngemil&#8221; Berita di Ponsel</title>
		<link>http://suarane.org/?p=683</link>
		<comments>http://suarane.org/?p=683#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Mar 2012 16:12:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rane</dc:creator>
				<category><![CDATA[Radio 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[iphone]]></category>
		<category><![CDATA[penyiar]]></category>
		<category><![CDATA[radio]]></category>
		<category><![CDATA[siri]]></category>
		<category><![CDATA[snackr]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suarane.org/?p=683</guid>
		<description><![CDATA[<p style="float:right; margin:0 0 10px 15px; width:240px;">
		<img src="http://suarane.org/wp-content/uploads/2012/03/snackr.png" width="240" />
		</p>Namanya Snackr. Ini adalah sebuah aplikasi untuk iPhone yang mirip sekali dengan radio. Fungsi aplikasi ini intinya memberikan kita snack atau cemilan 5 menit headline berita terbaru dalam bentuk audio. Ya, aplikasi ini membacakannya untuk ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="float:right; margin:0 0 10px 15px; width:240px;">
		<img src="http://suarane.org/wp-content/uploads/2012/03/snackr.png" width="240" />
		</p><p><img style="margin: 5px;" src="http://suarane.org/wp-content/uploads/2012/03/snackr.png" alt="snackr" width="280" height="280" align="left" hspace="5" vspace="5" />Namanya <strong>Snackr</strong><em>. </em>Ini adalah sebuah aplikasi untuk iPhone yang mirip sekali dengan radio. Fungsi aplikasi ini intinya memberikan kita <em>snack</em> atau cemilan 5 menit <em>headline</em> berita terbaru dalam bentuk <em>audio</em>. Ya, aplikasi ini membacakannya untuk kita seperti layaknya seorang penyiar radio.</p>
<p>Selain <em>headline</em>, aplikasi ini juga bisa membacakan kita sebuah berita dari beberapa kategori seperti olahraga, musik, hiburan, bisnis dan lain sebagainya.</p>
<p>Lebih dari itu, waktu pertama diaktifkan, aplikasi ini bisa membacakan perkiraan cuaca, <em>update</em> berita terbaru dan bahkan juga mengingatkan siapa teman kita di Facebook yang sedang ulang tahun.</p>
<p>Siapa yang membacakan? Di sini uniknya. Yang membacakan beritanya bukan manusia tapi &#8220;saudara&#8221; nya Siri, alias komputer alias semacam alat yang dapat mengubah teks ke suara.</p>
<p>Nah, akankah aplikasi semacam ini menggantikan fungsi radio?</p>
<p>Hmm.. Yang jelas dia berhasil mencuri kelebihan radio yakni sifatnya yang auditif sehingga bisa didengarkan sambil beraktifitas atau dalam perjalanan misalnya. Bahkan banyak ponsel yang sekarang bisa membacakan buku elektronik untuk kita. Bayangkan..</p>
<p>Ya, tapi untuk saat ini saya tidak terlalu khawatir aplikasi ini bisa menggantikan radio. Kecuali..</p>
<p>&#8230;kecuali suatu saat nanti aplikasi ini bisa sedemikian sempurnanya sehingga benar-benar mirip suara manusia dan bisa lebih interaktif. Kalau itu terjadi, barulah kita orang radio boleh khawatir.</p>
<p>Lebih patut lagi kita khawatir karena saat ini makin banyak saja penyiar radio yang lebih mirip robot, kerjanya hanya membacakan berita dan memutar lagu saja tanpa berusaha untuk menjadi teman bagi para pendengarnya. Mirip siri lah, cuma sepertinya kalah pintar dari siri hehehe</p>
<p>Punya iPhone? Mau coba? Silahkan ke <a title="Snackr" href="http://snackr.com" target="_blank">snackr.com</a> atau cari saja di <em>app store</em>. Kalau mau tahu seperti apa suara si snackr? Coba dengarkan rekamannya berikut ini..</p>
<p></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Salam,</p>
<p>Rane</p>
<img src="http://suarane.org/?ak_action=api_record_view&id=683&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suarane.org/?feed=rss2&#038;p=683</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
			<enclosure url="http://suarane.org/wp-content/uploads/2012/03/snackr-210312.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
		<itunes:duration>0:00:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>
		
		
		
		Namanya Snackr. Ini adalah sebuah aplikasi untuk iPhone yang mirip sekali dengan radio. Fungsi aplikasi ini intinya memberikan kita snack atau cemilan 5 menit headline berita terbaru dalam bentuk audio. Ya, aplikasi ini membacakannya unt[...]</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>
		
		
		
		Namanya Snackr. Ini adalah sebuah aplikasi untuk iPhone yang mirip sekali dengan radio. Fungsi aplikasi ini intinya memberikan kita snack atau cemilan 5 menit headline berita terbaru dalam bentuk audio. Ya, aplikasi ini membacakannya untuk kita seperti layaknya seorang penyiar radio.
Selain headline, aplikasi ini juga bisa membacakan kita sebuah berita dari beberapa kategori seperti olahraga, musik, hiburan, bisnis dan lain sebagainya.
Lebih dari itu, waktu pertama diaktifkan, aplikasi ini bisa membacakan perkiraan cuaca, update berita terbaru dan bahkan juga mengingatkan siapa teman kita di Facebook yang sedang ulang tahun.
Siapa yang membacakan? Di sini uniknya. Yang membacakan beritanya bukan manusia tapi &#8220;saudara&#8221; nya Siri, alias komputer alias semacam alat yang dapat mengubah teks ke suara.
Nah, akankah aplikasi semacam ini menggantikan fungsi radio?
Hmm.. Yang jelas dia berhasil mencuri kelebihan radio yakni sifatnya yang auditif sehingga bisa didengarkan sambil beraktifitas atau dalam perjalanan misalnya. Bahkan banyak ponsel yang sekarang bisa membacakan buku elektronik untuk kita. Bayangkan..
Ya, tapi untuk saat ini saya tidak terlalu khawatir aplikasi ini bisa menggantikan radio. Kecuali..
&#8230;kecuali suatu saat nanti aplikasi ini bisa sedemikian sempurnanya sehingga benar-benar mirip suara manusia dan bisa lebih interaktif. Kalau itu terjadi, barulah kita orang radio boleh khawatir.
Lebih patut lagi kita khawatir karena saat ini makin banyak saja penyiar radio yang lebih mirip robot, kerjanya hanya membacakan berita dan memutar lagu saja tanpa berusaha untuk menjadi teman bagi para pendengarnya. Mirip siri lah, cuma sepertinya kalah pintar dari siri hehehe
Punya iPhone? Mau coba? Silahkan ke snackr.com atau cari saja di app store. Kalau mau tahu seperti apa suara si snackr? Coba dengarkan rekamannya berikut ini..

&#160;
Salam,
Rane
</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Terbaru</itunes:keywords>
		<itunes:author>rane@hafied.org</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>no</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Tanya Apa Saja</title>
		<link>http://suarane.org/?p=677</link>
		<comments>http://suarane.org/?p=677#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 14:35:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rane</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar Kabari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suarane.org/?p=677</guid>
		<description><![CDATA[<p style="float:right; margin:0 0 10px 15px; width:240px;">
		<img src="http://suarane.org/wp-content/uploads/2012/02/Screen-Shot-2012-02-21-at-11.30.33-PM.png" width="240" />
		</p>Baru saja menambahkan layanan Formspring.me. Ada di bagian tengah sebelah kanan persis di samping kiri &#8220;Komentar Terbaru.&#8221; Seriously, ask me anything. Tanya apa aja deh. Kalau bisa dijawab saya jawab, kalau tidak ya saya bilang ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="float:right; margin:0 0 10px 15px; width:240px;">
		<img src="http://suarane.org/wp-content/uploads/2012/02/Screen-Shot-2012-02-21-at-11.30.33-PM.png" width="240" />
		</p><p><img src="http://suarane.org/wp-content/uploads/2012/02/Screen-Shot-2012-02-21-at-11.30.33-PM.png" alt="" width="195" height="147" align="left" />Baru saja menambahkan layanan<a title="Tanya Apa Saja!" href="http://www.formspring.me/suarane"> Formspring.me</a>. Ada di bagian tengah sebelah kanan persis di samping kiri &#8220;Komentar Terbaru.&#8221; <em>Seriously, ask me anything</em>. Tanya apa aja deh. Kalau bisa dijawab saya jawab, kalau tidak ya saya bilang tidak tahu. :p Bukannya sok tahu, tapi justru ini cara saya untuk mencoba memancing diskusi. Sila..</p>
<img src="http://suarane.org/?ak_action=api_record_view&id=677&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suarane.org/?feed=rss2&#038;p=677</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Going The Extra Mile&#8221;: Tugas Pelajaran Sekolah yang Jadi Drama Radio</title>
		<link>http://suarane.org/?p=657</link>
		<comments>http://suarane.org/?p=657#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Feb 2012 08:26:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rane</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ah, Teori]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[Programa]]></category>
		<category><![CDATA[Suara]]></category>
		<category><![CDATA[Terbaru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suarane.org/?p=657</guid>
		<description><![CDATA[<p style="float:right; margin:0 0 10px 15px; width:240px;">
		<img src="http://suarane.org/wp-content/uploads/2012/02/mic.png" width="240" />
		</p>Tulisan kali ini terinspirasi dari tugas sekolah. Jadi suatu hari siswa sebuah kelas di SMA Negeri 1 Solo mendapat tugas membuat drama untuk pelajaran bahasa Indonesia yang diadaptasi dari cerpen atau novel. Beberapa diantara siswa ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="float:right; margin:0 0 10px 15px; width:240px;">
		<img src="http://suarane.org/wp-content/uploads/2012/02/mic.png" width="240" />
		</p><p>Tulisan<img style="margin: 5px;" src="http://suarane.org/wp-content/uploads/2012/02/mic.png" alt="" width="175" height="175" align="left" hspace="5" vspace="5" /> kali ini terinspirasi dari tugas sekolah. Jadi suatu hari siswa sebuah kelas di SMA Negeri 1 Solo mendapat tugas membuat drama untuk pelajaran bahasa Indonesia yang diadaptasi dari cerpen atau novel. Beberapa diantara siswa itu kemudian terpikirkan untuk menyajikan drama tersebut dalam bentuk rekaman suara.</p>
<p>Seorang teman yang kebetulan juga penyiar di radio komunitas internet, <a title="rkti" href="http://rkti.net" target="_blank">RKTI</a> (Radio Komunitas Twitter Indonesia) kemudian menyarankan untuk sekalian meramunya jadi sebuah <em>radio play</em> atau drama radio, lengkap dengan musik dan efek suara. Jadilah sebuah drama radio yang kemudian diudarakan di RKTI kemarin malam (18/02/12) dan kebetulan saya dengarkan. <span id="more-657"></span></p>
<p>Saya jadi sibuk sendiri menghubungi si teman ini untuk meminta rekamannya dan mencari tahu ada apa dibalik produksi drama radio itu. Bagi saya ini sebuah gagasan yang menarik sekali untuk menarik minat siswa dalam pelajaran bahasa Indonesia dengan menggunakan teknik produksi radio. Apalagi teknologi editing suara saat ini sudah semakin mudah tersedia di internet. Buktinya para siswa itu sudah menggunakan perangkat lunak komputer untuk merekam dan meramu drama radio mereka.</p>
<p>Sebenarnya ini bukan hal baru. Di Amerika Serikat ada sejumlah sekolah SMA yang bahkan punya pelajaran radio dan juga punya stasiun radio sendiri. Tentu tidak murah bagi sebuah sekolah di Indonesia untuk punya stasiun radio sendiri. Tapi dengan teknologi internet sekarang, stasiun radio itu bisa berwujud radio internet atau bahkan podcasting. Teknologinya pun jadi lebih sederhana karena mulai dari peralatan editing suara sampai perangkat siaran pun sudah tersedia dalam bentuk perangkat lunak. Jadi tugas sekolah itu bisa jadi lebih menarik dan hasilnya juga bisa dinikmati bukan hanya untuk kalangan kelas atau sekolah saja. Siapa tahu juga bisa bekerjasama dengan radio-radio setempat misalnya. Kenapa tidak? Bahkan teman saya bilang, sayang  sekali kalau tugas itu hanya berakhir di meja guru saja. Maka dia udarakanlah drama radio itu di RKTI hehehe..</p>
<p>Salut! Bagi saya sistem pendidikan sekarang harus lebih kreatif jika ingin menarik minat para siswa terhadap pelajaran yang diberikan, dan ini adalah salah satu contohnya. Semoga pihak sekolah juga memberikan dukungannya.</p>
<p>Salut untuk <em>Aditya Mahardhika, Andar Rahma A., Devina Saptika Setiyono, Eldaa Putik Bunga Melati</em> dan<em> Fajar Febrianto</em> yang mau bersusah-susah, <em>going the extra mile</em>, untuk membuat tugas sekolah dengan cara yang sedemikian kreatif. Tentu merupakan kepuasan sendiri untuk menyimak hasilnya, bukan? Tentu lebih asik daripada dipentaskan begitu saja di kelas, bukan? Dan semoga itupun mendapat apresiasi dari guru kalian, ya. Oya, salut juga buat <a title="Twitter link @massiyok" href="https://twitter.com/#!/massiyok" target="_blank">@massiyok</a>, si penyiar RKTI yang sudah memberi ide dan ikut membantu adik-adiknya. Gitu dong, Yok! ;D</p>
<p>Sementara buat kita orang radio, ada satu pelajaran penting yang bisa kita ambil, yaitu semangat untuk selalu mencoba hal baru, berkreasi dengan hal-hal baru, menciptakan sesuatu yang baru. Radio katanya sudah mulai ditinggalkan orang. Kenapa? Bagi saya salah satu penyebabnya adalah karena tidak ada hal baru yang dibuat orang radio untuk pendengarnya.</p>
<p>Oya, mau tahu seperti apa hasil karya adik-adik kita yang masih di SMA ini? Bisa didengar di bawah. (Mohon baca bagian <em>disclaimer</em> untuk urusan hak ciptanya ya). Saya tidak mau bahas dulu dari segi teknik produksi. Paling tidak pengisian suara dan <em>mixing</em>nya sudah lumayan rapi. Itu saja dulu. Ayo semangatt!!</p>
<p></p>
<p><strong>Disclaimer:  </strong><em>Mengingat ada beberapa unsur audio, lagu serta karya cipta orang lain yang terlibat, maka perlu dijelaskan bahwa drama radio ini dibuat murni untuk tujuan pendidikan sebagai bagian dari tugas pelajaran Bahasa Indonesia di kelas 2 SMA1 Solo, dan tidak untuk kepentingan komersil. Dimuat di blog ini murni untuk kepentingan informasi dan pembelajaran semata. Naskah drama ini diadopsi menjadi bentuk drama singkat dari novel karya Agnes Davonar berjudul &#8220;My Idiot Brother.&#8221;</em></p>
<p>* Sumber ilustrasi foto: http://www.sxc.hu</p>
<img src="http://suarane.org/?ak_action=api_record_view&id=657&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suarane.org/?feed=rss2&#038;p=657</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
			<enclosure url="http://suarane.org/wp-content/uploads/2012/02/My-Idiot-Brother-Tugas-Bhs-Indonesia-SMA1-Solo.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
		<itunes:duration>0:00:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>
		
		
		
		Tulisan kali ini terinspirasi dari tugas sekolah. Jadi suatu hari siswa sebuah kelas di SMA Negeri 1 Solo mendapat tugas membuat drama untuk pelajaran bahasa Indonesia yang diadaptasi dari cerpen atau novel. Beberapa diantara siswa itu k[...]</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>
		
		
		
		Tulisan kali ini terinspirasi dari tugas sekolah. Jadi suatu hari siswa sebuah kelas di SMA Negeri 1 Solo mendapat tugas membuat drama untuk pelajaran bahasa Indonesia yang diadaptasi dari cerpen atau novel. Beberapa diantara siswa itu kemudian terpikirkan untuk menyajikan drama tersebut dalam bentuk rekaman suara.
Seorang teman yang kebetulan juga penyiar di radio komunitas internet, RKTI (Radio Komunitas Twitter Indonesia) kemudian menyarankan untuk sekalian meramunya jadi sebuah radio play atau drama radio, lengkap dengan musik dan efek suara. Jadilah sebuah drama radio yang kemudian diudarakan di RKTI kemarin malam (18/02/12) dan kebetulan saya dengarkan. 
Saya jadi sibuk sendiri menghubungi si teman ini untuk meminta rekamannya dan mencari tahu ada apa dibalik produksi drama radio itu. Bagi saya ini sebuah gagasan yang menarik sekali untuk menarik minat siswa dalam pelajaran bahasa Indonesia dengan menggunakan teknik produksi radio. Apalagi teknologi editing suara saat ini sudah semakin mudah tersedia di internet. Buktinya para siswa itu sudah menggunakan perangkat lunak komputer untuk merekam dan meramu drama radio mereka.
Sebenarnya ini bukan hal baru. Di Amerika Serikat ada sejumlah sekolah SMA yang bahkan punya pelajaran radio dan juga punya stasiun radio sendiri. Tentu tidak murah bagi sebuah sekolah di Indonesia untuk punya stasiun radio sendiri. Tapi dengan teknologi internet sekarang, stasiun radio itu bisa berwujud radio internet atau bahkan podcasting. Teknologinya pun jadi lebih sederhana karena mulai dari peralatan editing suara sampai perangkat siaran pun sudah tersedia dalam bentuk perangkat lunak. Jadi tugas sekolah itu bisa jadi lebih menarik dan hasilnya juga bisa dinikmati bukan hanya untuk kalangan kelas atau sekolah saja. Siapa tahu juga bisa bekerjasama dengan radio-radio setempat misalnya. Kenapa tidak? Bahkan teman saya bilang, sayang  sekali kalau tugas itu hanya berakhir di meja guru saja. Maka dia udarakanlah drama radio itu di RKTI hehehe..
Salut! Bagi saya sistem pendidikan sekarang harus lebih kreatif jika ingin menarik minat para siswa terhadap pelajaran yang diberikan, dan ini adalah salah satu contohnya. Semoga pihak sekolah juga memberikan dukungannya.
Salut untuk Aditya Mahardhika, Andar Rahma A., Devina Saptika Setiyono, Eldaa Putik Bunga Melati dan Fajar Febrianto yang mau bersusah-susah, going the extra mile, untuk membuat tugas sekolah dengan cara yang sedemikian kreatif. Tentu merupakan kepuasan sendiri untuk menyimak hasilnya, bukan? Tentu lebih asik daripada dipentaskan begitu saja di kelas, bukan? Dan semoga itupun mendapat apresiasi dari guru kalian, ya. Oya, salut juga buat @massiyok, si penyiar RKTI yang sudah memberi ide dan ikut membantu adik-adiknya. Gitu dong, Yok! ;D
Sementara buat kita orang radio, ada satu pelajaran penting yang bisa kita ambil, yaitu semangat untuk selalu mencoba hal baru, berkreasi dengan hal-hal baru, menciptakan sesuatu yang baru. Radio katanya sudah mulai ditinggalkan orang. Kenapa? Bagi saya salah satu penyebabnya adalah karena tidak ada hal baru yang dibuat orang radio untuk pendengarnya.
Oya, mau tahu seperti apa hasil karya adik-adik kita yang masih di SMA ini? Bisa didengar di bawah. (Mohon baca bagian disclaimer untuk urusan hak ciptanya ya). Saya tidak mau bahas dulu dari segi teknik produksi. Paling tidak pengisian suara dan mixingnya sudah lumayan rapi. Itu saja dulu. Ayo semangatt!!

Disclaimer:  Mengingat ada beberapa unsur audio, lagu serta karya cipta orang lain yang terlibat, maka perlu dijelaskan bahwa drama radio ini dibuat murni untuk tujuan pendidikan sebagai bagian dari tugas pelajaran Bahasa Indonesia di kelas 2 SMA1 Solo, dan tidak untuk kepentingan komersil. Dimuat di blog ini murni untuk kepentingan informasi dan pembelajaran semata. Naskah drama ini diadopsi menjadi bentuk drama singkat dari novel karya Agnes Davonar berjudul &#8220;My Idiot Brother.&#8221;
* Sumber ilustrasi foto: http://www.sxc.hu
</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Programa, Suara, Terbaru</itunes:keywords>
		<itunes:author>rane@hafied.org</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>no</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Kepo Show!</title>
		<link>http://suarane.org/?p=647</link>
		<comments>http://suarane.org/?p=647#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Feb 2012 02:26:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rane</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[Suara]]></category>
		<category><![CDATA[Terbaru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suarane.org/?p=647</guid>
		<description><![CDATA[<p style="float:right; margin:0 0 10px 15px; width:240px;">
		<img src="http://suarane.org/wp-content/uploads/2012/02/Screen-Shot-2012-02-14-at-11.41.35-PM.png" width="240" />
		</p>Salah satu hal yang saya sukai dari dunia jurnalistik radio ini adalah kesempatan ngobrol dengan macam-macam orang mulai dari level kepala negara, selebritis sampai orang biasa. Dari situ terpikirkan untuk membuat podcast yang isinya melulu ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="float:right; margin:0 0 10px 15px; width:240px;">
		<img src="http://suarane.org/wp-content/uploads/2012/02/Screen-Shot-2012-02-14-at-11.41.35-PM.png" width="240" />
		</p><p><img style="margin: 5px;" src="http://suarane.org/wp-content/uploads/2012/02/Screen-Shot-2012-02-14-at-11.41.35-PM.png" alt="KEPO SHOW!" width="237" height="238" align="left" hspace="5" vspace="5" />Salah satu hal yang saya sukai dari dunia jurnalistik radio ini adalah kesempatan ngobrol dengan macam-macam orang mulai dari level kepala negara, selebritis sampai orang biasa. Dari situ terpikirkan untuk membuat podcast yang isinya melulu ngobrol dengan siapa saja, yang mau tentunya, dan sempat terwujud beberapa tahun silam tapi kemudian hilang ditelan hosting yang bermasalah. Kini obsesi ini saya lahirkan kembali dengan kemasan baru yang saya sebut &#8220;<strong>Kepo Show!</strong>&#8220;<span id="more-647"></span></p>
<p>Kepo! Konon asalnya dari bahasa Hokkien yang artinya &#8220;selalu mau tahu urusan orang.&#8221; <em>Kepo, lu!</em> Memang bisa negatif artinya. Tapi tergantung dari sudut mana dulu kita memperlakukannya. Kepo yang satu ini lebih mengajak orang lain untuk berbagi tentang pengalaman hidupnya dengan harapan bisa bermanfaat buat orang lain yang memang selalu punya sifat ingin tahu. Hayo ngaku.. hehehe..</p>
<p>Inilah episode &#8220;Kepo Show&#8221; yang menampilkan sosok si juragan <em>peacekeper</em> <a href="http://pralangga.blogspot.com" target="_blank">Luigi Pralangga</a>, :p mulai dari buku terbarunya, pengalamannya jadi abang Jakarta Selatan sampai ke lagu, makanan dan buku favoritnya. Oya, tertarik untuk mengikuti jejaknya bekerja sebagai anggota peacekeeper PBB? Banyak tips bagus yang dia bagi di obrolan ini. Thanks Kang Luigi!!</p>
<p>Ada yang mau saya ajak ngobrol di Kepo Show via Skype? :p</p>
<p>Simak atau unduh Kepo Show edisi ini di:</p>
<p><strong><a title="Kepo Show" href="http://ocehan.suarane.org/kepo-show-bersama-luigi-pralangga" target="_blank">http://ocehan.suarane.org</a> *</strong></p>
<p>* Catatan: Music latar untuk podcast ini adalah karya Kevin MacLeod berjudul <a href="http://incompetech.com/m/c/royalty-free/index.html?genre=African" target="_blank">Artifact</a> yang saya ambil dari situs <em>royalty free music</em>nya di incompetech.com.</p>
<img src="http://suarane.org/?ak_action=api_record_view&id=647&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suarane.org/?feed=rss2&#038;p=647</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Harta Karun itu Bernama “Transom”</title>
		<link>http://suarane.org/?p=630</link>
		<comments>http://suarane.org/?p=630#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 04:36:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rane</dc:creator>
				<category><![CDATA[Radio 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[Terbaru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suarane.org/?p=630</guid>
		<description><![CDATA[<p style="float:right; margin:0 0 10px 15px; width:240px;">
		<img src="http://suarane.org/wp-content/uploads/2012/01/transom-logo.gif" width="240" />
		</p>Anda penggiat atau peminat program radio? Kalau ya, mari saya beritahu salah satu tempat penyimpanan “harta karun” yang tak ternilai harganya yaitu di http://transom.org. Transom ini dikelola oleh Atlantic Public Media, sebuah organisasi nirlaba di ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="float:right; margin:0 0 10px 15px; width:240px;">
		<img src="http://suarane.org/wp-content/uploads/2012/01/transom-logo.gif" width="240" />
		</p><p><img src="http://suarane.org/wp-content/uploads/2012/01/transom-logo.gif" alt="" align="left" hspace="5" vspace="5" />Anda penggiat atau peminat program radio? Kalau ya, mari saya beritahu salah satu tempat penyimpanan “harta karun” yang tak ternilai harganya yaitu di <a href="http://transom.org" target="_blank">http://transom.org</a>. <em>Transom</em> ini dikelola oleh <em>Atlantic Public Media</em>, sebuah organisasi nirlaba di Amerika Serikat yang misinya adalah melayani penyiaran publik lewat pelatihan dan pengajaran.</p>
<p><em>Transom</em> adalah tempat berkumpulnya para peminat dokumenter radio. Di sana kita bisa menemukan berbagai dokumenter radio keren yang tidak hanya layak disimak, tapi juga bisa memancing inspirasi untuk membuat program serupa. Bahkan mereka juga mengundang siapapun untuk ikut mengirim karya. Sayang sepertinya mereka belum terima karya dalam Bahasa Indonesia. (<em>Nah, kita bikin yuk! Ada yang berminat?</em>)<span id="more-630"></span></p>
<p>Ada juga tulisan-tulisan menarik dari para ahli yang berpengalaman di bidangnya. Banyak sosok-sosok baru yang saya temukan di sana, dengan ide-ide menarik dan segar soal dunia produksi siaran radio.</p>
<p>Dan yang tidak kalah menarik adalah bagian khusus yang memuat ulasan tentang peralatan-peralatan serta piranti-piranti lunak untuk produksi radio yang relatif terjangkau harganya, termasuk juga panduan serta tips dalam mengolah program secara digital.</p>
<p>Apalagi namanya kalau bukan harta karun?  Ayo serbuuu.. <img src='http://suarane.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>(klik <a href="http://transom.org" target="_blank">http://transom.org</a> atau klik gambar di atas)</p>
<img src="http://suarane.org/?ak_action=api_record_view&id=630&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suarane.org/?feed=rss2&#038;p=630</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beberapa Perubahan Kecil di Suarane.org</title>
		<link>http://suarane.org/?p=623</link>
		<comments>http://suarane.org/?p=623#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2012 15:52:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rane</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar Kabari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suarane.org/?p=623</guid>
		<description><![CDATA[<p style="float:right; margin:0 0 10px 15px; width:240px;">
		<img src="" width="240" />
		</p>Pasca berganti layout, ada beberapa perubahan kecil disana-sini. Beberapa kategori dihapus atau dilebur jadi satu supaya lebih sederhana. Feed iTunes dicabut karena tidak berfungsi (trims yang sudah laporan). Dan terakhir, saya putuskan membuat akun twitter ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="float:right; margin:0 0 10px 15px; width:240px;">
		<img src="" width="240" />
		</p><p>Pasca berganti layout, ada beberapa perubahan kecil disana-sini. Beberapa kategori dihapus atau dilebur jadi satu supaya lebih sederhana. Feed iTunes dicabut karena tidak berfungsi (trims yang sudah laporan). Dan terakhir, saya putuskan membuat akun twitter baru di <a href="http://twitter.com/suarane">@suarane</a> untuk menampung informasi terkait situs ini. Follow dong. Semoga berguna dan sekali lagi terimakasih untuk masukannya. -<em>RH</em></p>
<img src="http://suarane.org/?ak_action=api_record_view&id=623&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suarane.org/?feed=rss2&#038;p=623</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Bercerita dari Tuan Daisey</title>
		<link>http://suarane.org/?p=566</link>
		<comments>http://suarane.org/?p=566#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 04:10:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rane</dc:creator>
				<category><![CDATA[Programa]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[Bercerita]]></category>
		<category><![CDATA[iphone]]></category>
		<category><![CDATA[Mike Daisey]]></category>
		<category><![CDATA[This American Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suarane.org/?p=566</guid>
		<description><![CDATA[<p style="float:right; margin:0 0 10px 15px; width:240px;">
		<img src="http://suarane.org/wp-content/uploads/2012/01/daisey-sm.jpg" width="240" />
		</p>Ada satu hal yang –menurut saya- perlahan mulai hilang, dari dunia radio di Indonesia: kemampuan bercerita! Apa maksudnya bercerita? Coba tanya diri Anda sendiri. Apa yang Anda harapkan dari mendengarkan seseorang bercerita?
Menarik? Pasti dong! Tapi ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="float:right; margin:0 0 10px 15px; width:240px;">
		<img src="http://suarane.org/wp-content/uploads/2012/01/daisey-sm.jpg" width="240" />
		</p><p><img src="http://suarane.org/wp-content/uploads/2012/01/daisey-sm.jpg" alt="" align="left" hspace="5" vspace="5" />Ada satu hal yang –menurut saya- perlahan mulai hilang, dari dunia radio di Indonesia: <strong>kemampuan bercerita!</strong> Apa maksudnya bercerita? Coba tanya diri Anda sendiri. Apa yang Anda harapkan dari mendengarkan seseorang bercerita?</p>
<p>Menarik? Pasti dong! Tapi menarik tidak melulu dari isi ceritanya. Menarik bisa dari cara bercerita. Menarik bisa dari sisi keberhasilan si pencerita membantu pendengarnya menciptakan sebuah gambaran atau imajinasi di benak kita lewat kemampuan deskripsi, pengaturan intonasi suara dan emosi. Singkat kata, sebuah kombinasi kreatif yang bisa membuat pendengarnya bak anak kecil yang betah berlama-lama duduk <em>ternganga</em> mendengarkan sebuah dongeng.</p>
<p><span id="more-566"></span></p>
<p><em>Nah</em>, pagi tadi dalam perjalanan ke kantor saya dibuat <em>ternganga</em> selama sekitar satu jam mendengarkan seorang tukang cerita hebat beraksi lewat salah satu episode podcast acara radio bertajuk “<em>This American Life</em>.” Ini sebuah program radio publik di Amerika yang telah disindikasikan di 500 radio di Amerika dan didengarkan oleh 1.8 juta pasang telinga.</p>
<p>Dalam episode ke 454, mereka mendatangkan <em>Mike Daisey</em> dan ceritanya berjudul “<em>Mister Daisey and The Apple Factory</em>”. Tuan Daisey ini seorang ahli monolog dari Amerika sana. Dalam episode itu dia bercerita tentang pengalamannya berkunjung ke sebuah pabrik yang memproduksi ponsel kondang <em>iPhone</em> di kota Shenzen, Cina.</p>
<p>Tuan Daisey mengaku seorang penggila segala macam hal yang diproduksi oleh perusahaan milik almarhum <em>Steve Jobs</em>. Namun suatu hari, setelah melihat foto karyawan pabrik iPhone di Cina, ia penasaran untuk datang langsung dan melihat bagaimana ponsel kesayangannya itu diproduksi. Apalagi saat itu banyak beredar berita tentang kasus bunuh diri para karyawan di pabrik itu karena konon tidak mendapatkan perlakuan yang layak sebagai seorang pekerja.</p>
<p>Tidak mudah untuk melakukan investigasi jurnalistik di pabrik yang dijaga ketat itu. Tapi ia punya beberapa cara sendiri, termasuk berdiri di depan pabrik dengan seorang penerjemah dan bicara dengan beberapa pekerja saat mereka keluar. Sebuah teknik jurnalistik yang bagus.</p>
<p>Tapi yang jauh lebih tidak mudah lagi adalah ketika ia mengemas hasil investigasinya itu dalam sebuah pementasan monolog. Namanya juga monolog, tidak ada orang lain, tidak ada insert rekaman nara sumber ini dan itu, apalagi tayangan-tayangan video. Yang ada hanya dia dan ceritanya. Tapi hasilnya adalah cerita yang sangat menarik, bak menonton sebuah hasil investigasi jurnalistik yang berkelas sekaligus bak mendengarkan sebuah dongeng yang mencengangkan dan terus berbekas di dalam benak. Saking berbekasnya, saya sampai kembali mempertanyakan fanatisme saya sendiri pada produk iPhone. Bagi saya itulah titik keberhasilan seorang pencerita, ketika ia bisa menggugah perasaan apalagi tindakan pendengarnya.</p>
<p>Banyak pelajaran yang bisa kita petik dari si Tuan Daisey ini. Para penyiar bisa belajar cara mengemas sebuah informasi menjadi cerita menarik (baca: <strong>menarik tidak melulu lucu</strong>! Bisa juga menegangkan, bisa juga dramatis!) Bahkan untuk para reporter lapangan, coba simak baik-baik program ini, pelajari cara deskripsinya, caranya bercerita. Bayangkan kalau Anda harus membuat laporan investigasi yang panjang tanpa soundbyte tapi menarik. Bisakah? Bisa! Dengar saja kalau tidak percaya.</p>
<p>Ya memang program ini dikemas dalam Bahasa Inggris, tapi banyak yang bisa kita pelajari untuk jadi inspirasi dalam pekerjaan kita sehari-hari di radio.</p>
<p>Sila dengar selengkapnya di sini (gratis kok):<br />
<a href="http://www.thisamericanlife.org/radio-archives/episode/454/mr-daisey-and-the-apple-factory"> http://www.thisamericanlife.org/radio-archives/episode/454/mr-daisey-and-the-apple-factory</a></p>
<p>Transkripnya juga tersedia disini (meskipun saya saran lebih menarik mendengarkan ceritanya langsung):</p>
<p><a href="http://www.thisamericanlife.org/radio-archives/episode/454/transcript">http://www.thisamericanlife.org/radio-archives/episode/454/transcript</a></p>
<p>Selamat belajar! Semoga Anda terinspirasi!</p>
<p>- Tokyo, 19 Januari 2012<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
<strong>Tautan terkait: </strong></p>
<p><strong>::</strong> Tentang Mike Daisey di Youtube:<br />
<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mike_Daisey"> http://en.wikipedia.org/wiki/Mike_Daisey</a></p>
<p><strong>::</strong> Situs resmi “This American Life”<br />
<a href="http://www.thisamericanlife.org"> http://www.thisamericanlife.org</a></p>
<p><strong>::</strong> Bonus video lucu, menampilkan salah satu pementasan si Tuan Daisey dan insiden yang dia alami ketika para penonton walk out dari pementasannya bahkan ada yang menyiram skripnya dengan air :p<br />
<a href="http://www.youtube.com/watch?v=-IeMtQ-SZtA"> http://www.youtube.com/watch?v=-IeMtQ-SZtA</a></p>
<p><em>-rh</em></p>
<img src="http://suarane.org/?ak_action=api_record_view&id=566&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suarane.org/?feed=rss2&#038;p=566</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Chemistry</title>
		<link>http://suarane.org/?p=538</link>
		<comments>http://suarane.org/?p=538#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 16:49:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rane</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ah, Teori]]></category>
		<category><![CDATA[asri welas]]></category>
		<category><![CDATA[chemistry]]></category>
		<category><![CDATA[delta fm]]></category>
		<category><![CDATA[farhan]]></category>
		<category><![CDATA[siaran duet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suarane.org/?p=538</guid>
		<description><![CDATA[<p style="float:right; margin:0 0 10px 15px; width:240px;">
		<img src="http://suarane.org/wp-content/uploads/2012/01/farhan_asri.png" width="240" />
		</p>Bergabungnya Jeng Asri Welas bersama Om Farhan di Morning Show Radio Delta FM kembali mengingatkan pada sebuah istilah yang sudah lama saya tidak dengar: &#8220;Chemistry&#8220;.
Membuka tahun 2012 Farhan yang sudah sekian lama siaran pagi di ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="float:right; margin:0 0 10px 15px; width:240px;">
		<img src="http://suarane.org/wp-content/uploads/2012/01/farhan_asri.png" width="240" />
		</p><p><a href="http://suarane.org/wp-content/uploads/2012/01/farhan_asri.png"><img class="alignleft size-full wp-image-539" title="farhan_asri" src="http://suarane.org/wp-content/uploads/2012/01/farhan_asri.png" alt="" width="249" height="217" hspace="5" vspace="5" /></a>Bergabungnya <em>Jeng</em> <a href="http://twitter.com/asri_welas" target="_blank">Asri Welas</a> bersama <em>Om</em> <a href="http://twitter.com/farhandeltafm" target="_blank">Farhan</a> di <em>Morning Show</em> Radio Delta FM kembali mengingatkan pada sebuah istilah yang sudah lama saya tidak dengar: &#8220;<em>Chemistry</em>&#8220;.</p>
<p>Membuka tahun 2012 Farhan yang sudah sekian lama siaran pagi di Delta FM menggandeng Asri yang dikenal sebagai tokoh Welas di Bajaj Bajuri dan juga pembawa acara kocak di acara Ngulik TransTV. Sejak awal Asri membawakan acara Ngulik saya sudah naksir berat pada <em>personality </em>nya yang lugu, kocak dan tidak &#8216;<em>jaim</em>&#8216;. Tapi ketika dengar kabar dia akan siaran pagi bersama Farhan, pertanyaan pertama saya adalah apakah dia akan cocok siaran berdua dengan presenter kondang itu?</p>
<p><span id="more-538"></span></p>
<p>Pertanyaan ini langsung terjawab bahkan di dua hari pertama siarannya. &#8220;<em>Chemistrynya dapet banget! Tek-toknya jadi banget!</em>&#8221; itu kesan pertama saya. Farhan yang sudah terbiasa siaran sendiri bisa menahan diri untuk tidak dominan sementara Asri yang walau awalnya terdengar kagok, perlahan bisa mengimbangi Farhan dengan tetap mempertahankan gayanya yang khas dengan ketawa <em>ngakaknya</em> yang bikin sakit perut <em>hehe</em>. Pokoknya chemistry nya dapet <em>banget</em>!</p>
<p>&#8220;<em>Chemistry</em>,&#8221; ini istilah yang mengacu pada bagaimana pasangan siaran bisa cocok satu sama lain. Cocok yang dimaksud adalah bisa saling mengisi satu sama lain atau saya suka pakai istilah &#8220;<em>tek-tok</em>,&#8221; tidak saling mendominasi dan yang terpenting pada akhirnya menciptakan sebuah show yang terintegrasi.</p>
<p>Berikut ini enam poin berharga yang saya dapat dari pelajaran saat bertahun-tahun siaran pagi berpasangan dulu. Semoga bermanfaat.</p>
<p><strong>1. JAGA EGO</strong><br />
Ini paling penting dan paling utama. Setiap orang pasti punya ego. Contoh paling mudah adalah saat kita <em>ngobrol</em> ramai-ramai dengan teman. Selalu ada yang dominan, selalu ada yang tidak mau kalah dan selalu ada yang memilih diam. Tapi percakapan yang menarik bukanlah karena ada yang dominan (walau selucu dan semenarik apapun dia).</p>
<p>Kuncinya adalah setiap pasangan harus tahu kapan harus dominan dan kapan harus menyerahkan dominasi pada pasangannya dan sebaliknya.</p>
<p><strong>2. &#8216;<em>TEK-TOK</em>&#8216;</strong><br />
Saya tidak bisa menemukan istilah yang tepat sebagai pengganti <em>tek-tok</em>. Ibarat main ping-pong, perlu dua orang supaya <em>tek-tok</em>. Kata orang bule &#8220;<em>it takes two to tango&#8221;</em>. Kalo sendiri namanya joget dangdut <em>hehe</em></p>
<p>Jadi kuncinya bukan sekedar bagaimana bisa saling menahan untuk dominan, tapi pada bagaimana bisa saling mengisi, saling menimpali. Ketika pasangan dominan, kita harus tahu cara mengimbangi dengan timpalan yang pas dan tidak berlebihan dan begitu sebaliknya.</p>
<p><strong>3. PERBEDAAN ADALAH ASET</strong><br />
Tantangan lain dalam siaran berpasangan adalah ketika kita tergoda untuk meniru gaya pasangan siaran entah karena sekedar latah atau karena ingin meniru sesuatu yang dikenal sebagai kelebihan pasangan kita.</p>
<p>Bos saya saat siaran dulu punya cara bagus untuk menegur ketika saya atau pasangan sering saling tiru: &#8220;<em>Kalau gaya kalian berdua sama, ngapain siaran berdua?</em>&#8221; <em>Haha</em>..! Teguran yang pas sekali karena memang inti siaran berpasangan adalah saling mengisi dengan perbedaan masing-masing.</p>
<p><strong>4. JANGAN &#8220;<em>ASIK SENDIRI</em>&#8220;</strong><br />
Ketika kecocokan sudah tercipta antara pasangan siaran, jangan buru-buru senang. Ada satu penyakit kronis yang sering mengancam yakni: <em>asik sendiri</em>. Ini penyakit dimana saking kita merasa sudah cocok, akhirnya malah <em>ngobrol</em> berdua, kadang dengan dibumbui istilah-istilah yang hanya dipahami berdua. Padahal seasik apapun kita siaran berdua, tetap tujuannya bukan untuk ngobrol berdua tapi untuk kepentingan pendengar, untuk <em>show</em>! Bagaimana cara menghindarinya? Lihat dua poin terakhir berikut ini..</p>
<p><strong>5. PENTINGNYA ORANG KETIGA</strong><br />
Kalau dalam pasangan asmara orang ketiga akan membawa bencana, maka dalam pasangan siaran orang ketiga justru sangat penting. Orang ketiga ini bisa berupa produser siaran atau program director atau siapa saja yang bisa menjaga agar kita tidak asik sendiri, untuk selalu mengingatkan kalau obrolan kita sudah kelewatan.</p>
<p><strong>6. PRINSIP &#8220;<em>NGUPING</em>&#8220;</strong><br />
Ini adalah prinsip siaran yang menurut saya paling ampuh dibandingkan dengan sedemikian banyak teori siaran justru karena teori ini diambil dari kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Pernahkah Anda secara tidak sengaja atau sengaja menguping pembicaraan orang lain di tempat umum, apalagi kalau pembicaraan itu lucu, seru atau malah saru? <em>hehe</em> Asik bukan?</p>
<p>Nah saat siaran, kenapa tidak coba menempatkan diri kita dan pasangan pada posisi ngobrol berdua dengan membayangkan ada pihak lain yang menguping. Ketika sadar sedang dikupingi, kita cenderung akan menjaga agar obrolan itu tidak kelewatan atau malah ujung-ujungnya menggoda agar orang lain yang menguping itu untuk terlibat.</p>
<p style="text-align: center;">~~~</p>
<p>Kurang lebih begitu enam prinsip yang pernah saya pelajari dari pengalaman. Semoga berhasil.</p>
<p>Jaman boleh berubah. Pasangan-pasangan penyiar boleh datang dan pergi. Eranya duet maut Ida-Khrisna di Female Radio Jakarta mungkin sudah lewat, digantikan oleh generasi Asri-Farhan di Delta FM, atau malah yang konon lagi populer saat ini yaitu Kemal dan TJ di Gen FM dan masih banyak lagi. Tapi selalu ada satu kesamaan dibalik keberhasilan mereka: <em><strong>Chemistry</strong><strong>!</strong></em></p>
<p>Salam dari Tokyo,<br />
Rane</p>
<p><em>*Dipersembahkan untuk &#8220;my partners in crime&#8221; jaman siaran di Radio Bahana, Jakarta: Mbak Tina Lestari dan Mas Dwijo Weliyanto. Kapan ya kita siaran bareng lagi? <img src='http://suarane.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </em></p>
<img src="http://suarane.org/?ak_action=api_record_view&id=538&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suarane.org/?feed=rss2&#038;p=538</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Wawancara &#8220;Bodoh&#8221; ala Larry King</title>
		<link>http://suarane.org/?p=342</link>
		<comments>http://suarane.org/?p=342#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Dec 2011 04:47:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rane</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[Terbaru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suarane.org/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[<p style="float:right; margin:0 0 10px 15px; width:240px;">
		<img src="http://suarane.org/wp-content/uploads/2010/07/Larry_King.jpg" width="240" />
		</p>Pembawa acara bincang-bincang terkenal di saluran televisi Amerika CNN, Larry King mengejutkan penggemarnya ketika pada akhir Juni 2010 lalu ia menyatakan mundur dari acara Larry King Live yang sudah 25 tahun mengudara. Ini jelas berita ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="float:right; margin:0 0 10px 15px; width:240px;">
		<img src="http://suarane.org/wp-content/uploads/2010/07/Larry_King.jpg" width="240" />
		</p><p>Pembawa acara bincang-bincang terkenal di saluran televisi Amerika CNN, <strong><em>Larry King</em></strong> mengejutkan penggemarnya ketika pada akhir Juni 2010 lalu ia menyatakan mundur dari acara<em> Larry King Live</em> yang sudah 25 tahun mengudara. Ini jelas berita besar. Konon sudah lebih dari 50 ribu orang diwawancara sepanjang karirnya, dan setiap wawancara selalu penuh dengan kejutan-kejutan menarik. Apa rahasia keberhasilannya?</p>
<p>Dalam biografinya, <em>King: My Remarkable Journey</em>, bertebaran cerita-cerita menarik tentang kisah sukses dan pendapat-pendapatnya tentang dunia siaran. Tapi yang menarik adalah satu faktor yang menjadi ciri khas seorang Larry King, yakni <strong>tidak sok tahu</strong>. Temannya ada yang bilang itu karena Larry bodoh!<span id="more-342"></span></p>
<p>“<em>The key to your success is you’re dumb!</em>” (Hal.133) Kata-kata ini pernah diucapkan <em>Herbie Cohen</em>, kawan terdekat Larry King. Menurut temannya itu, kunci sukses Larry adalah karena dia bodoh! Menurut Herbie, para pewawancara di televisi itu banyak yang terkesan tahu banyak hal, tapi tidak dengan Larry. Dia lebih sering bilang pada nara sumbernya “Saya tidak tahu soal hal ini. Tolong jelaskan pada saya. Bantu saya.” Dan justru ini mendorong nara sumbernya untuk banyak bercerita.</p>
<p>Larry sendiri bilang, rahasia kesuksesannya adalah karena ia hanya orang biasa. Apa yang dilakukannya hanya mengajukan pertanyaan yang pendek dan sederhana. Maksudnya? Ini beberapa poin yang saya dapat dari buku biografinya:</p>
<ul>
<li>Menurut Larry, pertanyaan sederhana bisa menghasilkan jawaban yang mengejutkan.</li>
<li>Namun kita harus selalu mendengarkan karena pertanyaan berikutnya akan tergantung pada jawaban terakhir.</li>
<li>Ada pewawancara sudah menyiapkan pertanyaan dengan sangat matang sampai ke pertanyaan-pertanyaan. Ini boleh saja. Tapi menurut Larry seumur hidup ia tidak pernah menyiapkan pertanyaan yang akan diajukan</li>
<li>Kuncinya adalah “element of surprise” atau kejutan! Saat Larry mendapatkan kejutan, saat itulah ia merasa telah melakukan tugasnya dengan baik.</li>
<li>Banyak pewawancara yang terlalu terfokus pada dirinya sendiri dan tamu mereka tidak lebih dari properti atau hiasan belaka.</li>
<li>Banyak penyiar yang saat bertanya akan berpanjang-panjang dan terkesan memamerkan pengetahuannya. Padahal justru yang harusnya jadi pakar adalah sang nara sumber</li>
<li>Pertanyaan yang pendek dan padat justru akan membuat penyiar kelihatan lebih pintar, lebih smart.</li>
<li>Memang kita tetap harus punya pengetahuan dasar. Namun akan lebih baik kalau kita tidak banyak tahu dan bisa kita kembangkan dalam wawancara.</li>
<li>Memang metode wawancara seperti ini penuh resiko. Tapi resiko dan kejutan adalah hal yang harus dimiliki seorang penyiar.</li>
</ul>
<p>Ada satu contoh menarik ketika Larry King mewawancarai <em>Dr. Edward Teller</em>, penemu bom hidrogen. Saat wawancara akan mulai, si pakar ini bertanya apa yang diketahui Larry tentang fisika. Larry pun menjawab. “<em>nothing!</em>”. Si pakar pun meragukan wawancara akan berjalan lancar.</p>
<p>Dan inilah pertanyaan pertamanya pada si pakar:</p>
<p><em>“Waktu kita di sekolah dulu, kenapa banyak yang takut pada fisika? Kenapa fisika selalu sulit?”</em></p>
<p>Mata si nara sumber pun berbinar-binar dan iapun menjawab dengan penuh semangat. Pertanyaan-pertanyaan pun terus mengalir. “Kenapa?”,”Apa hal yang paling hebat dari fisika?”,”Sebagai penemu bom hydrogen, apa anda harus melihatnya sendiri saat meledak, atau cukup mengandalkan perhitungan matematika saja?”. Si pakar pun terus menjawab dan acara berjalan lancar. Belakangan si pakar bilang bahwa Larry bisa jadi hanya pura-pura tidak tahu.</p>
<p>Banyak nara sumber yang merasa senang di wawancara Larry King karena pertanyaan-pertanyannya tidak pernah diajukan oleh pewawancara lainnya sebelumnya. Pertanyaan-pertanyaannya penuh kejutan dan menarik.</p>
<p>Dalam sebuah pemberian anugerah, Larry pernah diperkenalkan dengan cara seperti ini:</p>
<p><em>“99 persen orang di dunia penyiaran takut mengambil resiko. Mereka cari jalan aman. Mereka mencoba melakukan hal yang benar. Tapi pada dasarnya hal yang benar itu adalah ‘jangan mengambil langkah-langkah ekstra dan lakukan apa yang diperintahkan padamu’. 99 persen! Dan yang satu persen ada di ruangan ini (Larry King).”</em></p>
<p>Lantas apa relevansinya dengan kita orang radio?</p>
<p>Satu hal yang mungkin tidak banyak diketahui orang adalah bahwa Larry King memulai karirnya dari dunia radio di pertengahan tahun 1950an. Semua itu terjadi secara kebetulan karena saat bekerja sebagai tukang bersih-bersih di sebuah radio di Miami, seorang penyiarnya mundur dan Larry pun diminta mengambil alih siaran. Bahkan nama “King” di belakang namanya didapat dari sebuah iklan di koran.</p>
<p>Salah satu acara radio yang konon membentuk Larry King sehingga menjadi seperti sekarang adalah ketika ia harus siaran live di sebuah restoran. Tugasnya adalah mewawancara pelanggan restoran itu yang terdiri dari macam-macam orang dari berbagai profesi. Ia bahkan tidak tahu siapa tamunya yang akan datang ke restoran itu sehingga tidak punya waktu untuk membuat persiapan.</p>
<p>Memang hanya ada satu Larry King. Tapi kita bisa banyak belajar darinya bagaimana menciptakan sebuah program wawancara yang menarik. Wawancara yang sederhana, terpusat pada si nara sumber dan tergantung pada bagaimana si pewawancara bisa menggali pertanyaan sehingga menciptakan alur yang menarik.</p>
<p>Ngomong-ngomong soal radio, belakangan kita melihat banyak orang radio yang sudah sukses dan beralih jadi pembawa acara televisi tapi kemudian gagal. Nah ada satu nasihat bagus dari Larry yang saya terjemahkan dari buku biografinya yang selengkapnya ada di halaman 70..</p>
<p><em>“Banyak orang radio yang gagal di televisi karena mereka melihatnya sebagai televisi. Padahal mereka hanya duduk di meja dan mengajukan pertanyan. Bedanya hanya karena ada kamera saja. Perbedaan mendasar antara radio dan televisi adalah tidak ada bedanya!”</em></p>
<p>Ya, tidak ada bedanya. Jadi masih takut bersaing dengan televisi? Come on, guys.. <img src='http://suarane.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Tokyo, 10 Juli 2010</strong></p>
<p>~~~</p>
<p><strong>Tautan terkait:</strong></p>
<p>- Pernyataan Larry King: <a href="http://larrykinglive.blogs.cnn.com/2010/06/29/statement-from-larry-king/" target="_blank">http://larrykinglive.blogs.cnn.com/2010/06/29/statement-from-larry-king/</a></p>
<p>- Biografi Larry King: <a href="http://www.amazon.com/My-Remarkable-Journey-Larry-King/dp/1602860866" target="_blank">http://www.amazon.com/My-Remarkable-Journey-Larry-King/dp/1602860866</a></p>
<p>- Kalau bisa memutuskan, tahukah siapa yang dipilih Larry untuk menggantikannya? Silahkan terkejut dan menebak alasannya di sini: <a href="http://www.cbsnews.com/stories/2010/06/30/earlyshow/leisure/main6633073.shtml" target="_blank">http://www.cbsnews.com/stories/2010/06/30/earlyshow/leisure/main6633073.shtml</a></p>
<p>- Saya ketemu tautan menarik dari seseorang yang mencoba mengupas rahasia Larry King dalam melakukan wawancara. Patut kita pelajari: <a href="http://www.simplenomics.com/27-secrets-to-interviewing-like-larry-king-part-one/" target="_blank">http://www.simplenomics.com/27-secrets-to-interviewing-like-larry-king-part-one/</a></p>
<p>- Sumber foto: Wikipedia : <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Larry_King">http://en.wikipedia.org/wiki/Larry_King</a></p>
<img src="http://suarane.org/?ak_action=api_record_view&id=342&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suarane.org/?feed=rss2&#038;p=342</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

