Ah, Teori

Teori lahir dari praktek, bukan sebaliknya. Inilah beberapa “teori” radio itu.

Radio 2.0

Integrasi dunia teknologi informasi dan ulasan situs-situs menarik dari dunia radio siaran.

Programa

Belajar dari program-program dan stasiun radio-radio menarik. Semoga terinspirasi.

Sosok

Belajar dari tulisan dan ulasan dari sosok-sosok inspiratif di dunia radio.

Suara

Rekaman-rekaman suara yang diunggah ke web. Ada yang menyebutnya podcast.

Home » Sosok

Makalah Nuim Khaiyath

Submitted by on 29 March 1995 – 8:50 pm9 Comments | 1,903 views

BAHASA INDONESIA YANG BENAR DAN BAIK DALAM KERANGKA ERFEKTIFITAS PENYAMPAIAN PESAN KEPADA PENDENGAR RADIO

OLEH:
NUIM KHAIYATH, RADIO AUSTRALIA

*DISAMPAIKAN DALAM “SEMINAR BAHASA SIARAN – PRSSNI” – HOTEL KARTIKA PLAZA, JAKARTA, 29 MARET 1995

Catatan: mohon maaf, naskah ini saya scan dari naskah aslinya yang diketik dan semua berhuruf besar/capital. Dasar penyiar, bahkan makalah seminar pun diketik dengan gaya bak hendak siaran..hehe.. (JaF)

ASS.W.W.

TERLEBIH DAHULU SAYA INGIN MENGUCAPKAN RIBUAN TERIMAKASIH KEPADA PIHAK PENYELENGGARA SEMINAR BAHASA SIARAN RADIO, PERSATUAN RADIO SIARAN SWASTA NASIONAL, INDONESIA ATAS UNDANGAN YANG DISAMPAIKAN TIDAK SAMPAI DUA PEKAN LALU.

BOLEH DIKATAKAN, BEGITU UNDANGAN ATAU TAWARAN DISAMPAIKAN, LANGSUNG SAYA TERIMA, LAKSANA IKAN MENYAMBAR UMPAN JINAK DI AIR TENANG, LAKSANA GAYUNG BERSAMBUT.

ATAU KATA ORANG MEDAN: INI CAN BAIK.

SEBABNYA IALAH, SAYA MEMANG PUNYA MINAT KHUSUS TERHADAP KEINDAHAN BAHASA, TERUTAMA BAHASA INDONESIA DAN BAHASA INGGRIS.

SAYA DIBESARKAN DALAM KELUARGA, YANG KENDATI TIDAK SERATUS PERSEN MELAYU ATAU INDONESIA –KARENA AYAH SAYA (ALLAHYARHAMU) ADALAH ORANG TIMUR TENGAH – NAMUN IBU SAYA (ALLAHYARHAMHA) ADALAH MELAYU ASLI, MELAYU DELI, DAN KARENANYA KAMI TERUS DIDORONG AGAR MENGGUNAKAN BAHASA MELAYU YANG BENAR DAN BAIK – SEBABNYA IALAH: BAHASA MENUNJUKKAN BANGSA!

APALAGI SUMBER BAFKAH SAYA ADALAH RADIO.

SEBAGAIMANA SAMA KITA KETAHUI, ADA YANG MENGATAKAN, MATA PERCAYA PADA DIRI SENDIRI, SEDANGKAN KUPING PERCAYA PADA ORANG LAIN. INI MERUPAKAN PERINGATAN TEGAS SEKALI, AGAR KITA JANGAN TERLALU CEPAT PERCAYA TERHADAP APA YANG KITA DENGAR.

HANYA, DALAM HAL INI YANG DIMAKSUDKAN, BARANGKALI, ADALAH MENDENGAR OMONGAN ORANG LAIN, ORANG YANG SUKA BERPANJANG MULUT, MENYEBARKAN DESAS-DESUS YANG TIDAK ADA DASARNYA DAN TIDAK DAPAT DIPERTANGGUNG JAWABKAN.

NAMUN SEBAGAI SEORANG MUSLIM, BIARPUN AWAM, SAYA JUGA BERPEGANG PADA SEMBOYAN “SAMI’ NA WA ATA’ NA” – KAMI DENGAR DAN KAMI PATUHI.

SEBAGAI SEORANG PENYIAR RADIO, YANG SAYA USAHAKAN ADALAH BAGAIMANA AGAR ORANG BUKAN SAJA BERSEDIA MENDENGAR ATAU MENGIKUTI SIARAN/ ACARA SAYA, KHUSUSNYA, MELAINKAN JUGA SEKALIGUS MEMPERCAYAINYA, TERHIBUR OLEHNYA DAN KALAU MUNGKIN TERKESAN.

DARI SEJAK AWAL SAYA MEMANG SUDAH BERTEKAD UNTUK MEMPERTAHANKAN BAHASA YANG BENAR DAN BAIK – DALAM HAL INI PENILAIAN BENAR DAN BAIK ITU TENTU SAJA SECARA SUBJEKTIF.

PADA AKHIRNYA, BATU UJIAN YANG PALING MENENTUKAN IALAH: APAKAH SEGALA YANG SAYA SIARKAN – MAKSUDNYA SAMPAIKAN DENGAN UCAPAN YANG MENGGUNAKAN BAHASA INDONESIA DAPAT LANGSUNG DIPAHAMI OLEH PENDENGAR SAYA, DAN DINIKMATI.

TIDAK AYAL LAGI, PERANAN BAHASA YANG DIPERGUNAKAN DALMA HAL INI SUNGGUH SANGAT MENENTUKAN.

BAHASA, SEBAGAIMANA SAMA KITA KETAHUI, PALING TIDAK MENURUT KAMUS MODERN BAHASA INDONESIA SUSUNAN ST. MOHAMMAD ZEIN ADALAH ALAT UNTUK MENYATAKAN PIKIRAN DAN PERASAAN.

NAMUN, BAHASA JUGA DAPAT DIMANFAATKAN UNTUK MENYEMBUNYIKAN PIKIRAN DAN PERASAAN.

BAHASA INDONESIA, SEBAGAI MANA SUKA KITA GEMBAR-GEMBORKAN, ADALAH BAHASA PERSATUAN –SATU NUSA, SATU BANGSA, SATU BAHASA – INDONESIA. YANG DASARNYA ADALAH BAHASA MELAYU TANG DIKATAKAN SEBAGAI BAHASA EGALITER –SENASIB SEPENANGGUNGAN, SAMA RATA, SAMA RASA.

BAGI KAMI YANG BEKERJA PADA BADAN-BADAN SIARAN LUAR NEGERI, HARUS LEBIH AWAS LAGI MENGENAI UNSUR KENASIONALAN BAHASA INDONESIA. KAMI TIDAK DAPAT MENGGUNAKAN BAHASA LOKAL, ATAU UNGKAPAN ATAU KIASAN ATAU IDIOM LOKAL.

JANGAN SAMPAI TONGKAT MEMBAWA REBAH – HANYA KARENA HENDAK TERDENGAR PINTAR DAN BIJAK DALAM SUATU MASYARAKAT LOKAL – KARENA TIDAK MAU KETINGGALAN ZAMAN –TAHU-TAHU MALAHAN MEMANCING PERMUSUHAN DALAM MASYARAKAT LAIN.

JELAS, KENDATI BAHASANYA SAMA, NAMUN PENGERTIAN DARI SEMENTARA PERKATAAN ATAU UNGKAPAN, DAPAT BERBEDA.

OLEH SEBAB ITULAH ORANG INGGRIS SUKA MENGATAKAN, YANG LAMBAT LAUN AKAN MEMISAHKAN BRITANIA RAYA DARI AMERIKA SERIKAT –DAN KANADA – BUKANLAH LAUTAN ATLANTIK, MELAINKAN BAHASA INGGRIS.

SYUKUR ALHAMDULILLAH, DI INDONESIA, KENDATI KONDISI PENDUDUKNYA MEMILIKI PILIHAN –ATAU BERPULUH2 – BAHASA DAERAH SERTA RATUSAN DIALEK BAHASA DAERAH, NAMUN KITA SUDAH MENYATAKAN TEKAD SEJAK TAHUN 1928 UNTUK PUNYA SATU BAHASA.

SOALNYA SEKARANG IALAH: APAKAH KITA MEMILIKI KEBERANIAN UNTUK MEMPERTAHANKAN IKRAR KITA ITU. KITA HARUS PUNYA KEBERANIAN UNTUK MENGGUNAKAN BAHASA YANG BENAR DALAM SIARAN RADIO KITA.

RADIO ADALAH SUATU ALAT ATAU SUMBER INFORMASI DAN HIBURAN YANG LUAR BIASA CANGGIHNYA. KITA DAPAT MENGIKUTI SIARAN RADIO SAMBIL DUDUK-DUDUK MINUM KOPI DAN MAKAN KUE. KITA DAPAT MENGIKUTI SIARAN RADIO SAMBIL MANDI – MASUKKAN TRANSISTORNYA DALAM KANTUNG PLASTIK. IKAT ATAU TUTUP KANTUNG ITU RAPAT-RAPAT DAN BAWA KE KAMAR MANDI, DAN SIRAMILAH BADAN SEPUAS-PUASNYA DENGAN AIR, TANPA KHAWATIR RADIO KITA AKAN BASAH. KITA DAPAT MENGIKUTI SIARNA RADIO SEWAKTU MENYIAPKAN SARAPAN, PAGI, ATAU MERACIK BAWANG MENJELANG SANTAP MALAM. KITA DAPAT MENGIKUTI SIARAN RADIO BAHKAN SEWAKTU MELAKUKAN KEGIATNA GERAK BADAN, JOGGING DAN BAHKAN SAMBIL TIDUR-TIDURAN DENGAN MATA TERTUTUP.
POKOKNYA, RADIO MEMANG MERUPAKAN SARANA PENYAMPAI INFORMASI DAN HIBURAN YANG SERBA MAMPU. SAMBIL BERDESAK-DESAKAN DALAM BIS ATUA KERETA API. SEKARANG BAHKAN MUNGKIN MENGIKUTI SIARNA RADIO SEWAKTU MENGAYUH KERETA ANGIN. MASIH BANYAK LAGI KEADAAN YANG MEMUNGKINKAN SESEORANG UNTUK MENGIKUTI SIARAN RADIO.

DAN RADIO MEMANG MERUPAKAN SUMBER INFORMASI YANG AKRAB ATAU INTIM. ORANG INGGRIS MENYEBUTNYA “PERSONAL”.

DISINILAH LETAK TANTANGAN YANG DIHADAPI OLEH SETIAP PENYIAR RADIO. BAGAIMANA IA HARUS DAPAT DENGAN SERTA MERTA AKRAB ATAU INTIM DENGAN SESEORANG YANG TIDAK PERNAH DIKENALINYA.

DAN BARANGKALI DI SINI PULALAH LETAK KESALAHAN YANG BANYAK DILAKUKAN PENYIAR RADIOI, TIDAK MUSTAHIL OLEH SAYA SENDIRI.

DUDUK DALAM SEBUAH STUDIO, APALAGI SEKARANG INI, DALAM SUASANA RASIONALISME EKONOMI YANG MENGUTAMAKAN PADAT TEKNOLOGI DENGAN MENGORBANKAN MANUSIA – JADI MAKSUDNYA PENYIAR HANYA SEORANG DIRI TANPA DIDAMPINGI ATAU DIBANTU OLEH SEORANG OPERATOR- SANG PENYIAR DITUNTUT UNTUK BERCERITA KEPADA DUA-TIGA ORANG DI DALAM SEBUAH RUANG, DENGAN AKRAB, SEOLAH SUDAH KENAL. PADAHAL, IA SEBATANG KARA DI DALAM STUDIO.

HARUS SAYA AKUI, ADA KECENDERUNGAN UNTUK BERPIDATO, BERDEKLAMASI, KARENA BAGI KEBANYAKAN KITA, MIKROFON PERTAMA YAN G KITA LIHAT ATAU KENAL ADALAH YANG DIPERGUNAKAN OLEH SEORANG ORATOR ATAU PENYANYI. ORATOR DAN PENYANYI MEMANG MENCOBA UNTUK MENCAPAI SEBANYAK
MUNGKIN PENDENGAR SEKALIGUS PADA SATU TEMPAT. SEDANGKAN SEORANG PENYIAR INGIN MENCAPAI BERJUTA-JUTA ORANG, TETAPI TERPECAH-PECAH MENJADI KELOMPOK-KELOMPOK KECIL. BAGAIMANA AGAR KELOMPOK-KELOMPOK KECIL INI MERASA SEAKAN SIARAN KITA ITU HANYALAH UNTUK MEREKA SEMATA. DISINILAH LETAK TANTANGANNYA.

OLEH SEBAB ITULAH, PERLUNYA SIASAT BERCERITA, BUKAN BERPIDATO ATAU BERDEKLAMASI.

DALAM HAL INI, SEORANG PENYIAR RADIO HENDAKLAH MEMBUANG JAUH-JAUH SEGALA INGATANNYA TENTANG PERKATAAN “SIDANG PENDENGAR” – APAKAH ITU YANG BUDIMAN ATAU HARTAWAN ATAU DERMAWAN. MUNGKIN SAJA MAKSUDNYA BUKAN SEMUA ORANG PADA SUATU WAKTU TERTENTU BERKUMPUL – BERSIDANG- UNTUK MENDENGARKAN SIARAN SDR. NAMUN KESANNYA, MEMANG BEGITU, DAN KARENA BEGITU, DATANG GODAAN UNTUK BERPIDATO, BUKAN BERCERITA.

WAKTU SAYA MULA-MULA BEKERJA DI RADIO – BRITISH BROADCASTING CORPORATION, LONDON – SAYA DIARAHKAN AGAR MENGIKUTI KURSUS KERADIOAN.

DALAM RANGKA KURSUS INI, KAMI MENDAPAT KESEMPATAN MENGIKUTI BERBAGAI HASIL KARYA PEMBAWA ACARA, DARI PEMBACA BERITA SAMPAI PADA DISC JOCKEY.

ADA SEBUAH ACARA YANG OLEH PARA PENGIKUT ATAUPUN PESERTA KURSUS DISEPAKATI SEBAGAI YANG PALING MENGESANKAN. ACARA ITU SEBENARNYA LEBIH MERUPAKAN CERITA DARIPADA LAPORAN. YANG SANGAT MENGESANKAN KAMI ADALAH CARA PENYAMPAIANNYA,
PENUTURANNYA, SEAKAN SANG PENYIAR HANYA BERCERITA KEPADA MASING-MASING KAMI, BUKAN KEPADA KAMI SEMUA SEKALIGUS.

TERNYATA, PENYIAR ITU BUTA –ATAU TUNA NETRA – DAN DALAM MENYIAPKAN NASKAH SIARANNYA, IA MENDIKTEKAN APA-APA YANG HENDAK DISAMPAIKANNYA KEPADA PENDENGARNYA, KEPADA SEKRETARISNYA. KEMUDIAN IA MEMBACAKAN KEMBALI SEGALA IMLAKNYA ITU DALAM HURUF BRAILLE.

SEBENARNYA, DALAM SETIAP KURSUS RADIO, PARA INSTRUKTUR YANG BIJAK SENANTIASA AKAN MENGANJURKAN DENGAN AMAT SANGAT AGAR SEGALA APA YANG HENDAK KITA SAMPAIKAN KEPADA PENDENGAR, KHUSUS YANG KITA BACA DARI NASKAH, HENDAKLAH TERDENGAR SEAKAN PENYAMPAIAN CERITA. JANGAN SAMPAI TERDENGAR BAHWA KITA MEMBACA. INI TERKESAN DINGIN DAN TIDAK AKRAB. INI AKAN TERDENGAR SEBAGAI PENGUMUMAN ATAU MAKLUMAT.

MEMANG, DALAM HAL INI KITA BERHADAPAN DENGAN MASALAH KEMAMPUAN BERBAHASA YANG BENAR DAN BAIK DARI MASYARAKAT KITA SENDIRI. HARUS KITA AKUI, BANGSA KITA KURANG MAMPU BERBAHASA DENGAN LANCAR.

SEBAGAI CONTOH: BERSAMA SEORANG SEJAWAT DARI SIARAN BAHASA MANDARIN, DALAM TAHUN 1990 SAYA DITUGASKAN KE BEIJING UNTUK MELIPUT PESTA OLAHRAGA SE-ASIA ATAU ASIAN GAMES.

MENJELANG UPACARA PEMBUKAAN, KAMI SERING KELILING KOTA, SAMBIL MAKAN ANGIN DAN CUCI MATA, JUGA MENGUMPULKAN BAHAN, TERMASUK WAWANCARA.

SAYA BUKAN ALANG KEPALANG CEMBURUNYA MELIHAT SEJAWAT SAYA DARI SIARAN BAHASA MANDARIN ITU, DENGAN MUDAH DAPAT MEMANCING NARA SUMBERNYA UNTUK BERBICARA BEGITU LANCAR – NYEROCOS KATA ORANG JAKARTA, DARI TUKANG SAPU JALAN, TUKANG ANGKAT SAMPAH, SAMPAI PADA PEJABAT TINGGI CINA. IA TINGGAL MENAJUKAN HANYA SATU PERTANYAAN, DAN SELAMA BERMENIT-MENIT NARA SUMBERNYA AKAN BERBICARA TIDAK PUTUS-PUTUSNYA. ENTAH APA YANG DIKATAKANNYA – WALLAH WA’ALAM. NAMUN DALMA RADIO, KETERDIAMAN SEBENTAR SAJA TERDENGAR LAKSANA KEKAL ABADI.

SEBALIKNYA, KALAU SAYA HARUS MEWANCARAI PARA OLAHRAGAWAN/ WATI KITA, BAHKAN PEJABAT-PEJABAT OLAHRAGA KITA, SAYA HARUS MERUMUSKAN PERTANYAAN SAYA SEDEMIKIAN RUPA, HINGGA KALAU DIJAWAB HANYA DENGAN YA DAN TIDAK – DAN BIASANYA MEMANG BEGITU – NAMUN SUDAH CUKUP MEMADAI.

MUNGKIN KITA MEMANG DIDIDIK DARI SEJAK KECIL AGAR HEMAT BICARA. ORANG YANG PANDAI BERTUTUR KATA DIEJEK SEBAGAI TUKANG OBAT, DENGAN SIRATAN YANG JELEK-JELEK.

OLEH SEBAB ITU, APABILA DALAM KEGIATAN SIARAN TIDAK SELALU ADA TEKS ATAU NASKAH YANG DIBACAKAN (HINGGA, MENURUT ACUAN SEMINAR INI, HARUS ADA IMPROVISASI, PENYIAR-PENYIAR KITA AKAN KEWALAHAN. DALAM USAHA UNTUK MENUTUPI KEKURANGAN INI, SANG PENYIAR MEMILIH JALAN PINTAS, MENGGUNAKAN ISTILAH-ISTILAH YANG SEDANG HANGAT DAN TENAR. YANG SEBENARNYA ADALAH KLISE YANG UMURNYA JUGA PENDEK.

BUKANKAH PADA WAKTU SIARAN RADIO AMATIR – SEBELUM MENJADI RADIO SIARAN SWASTA – KITA PERNAH BERKENALAN DENGAN ISTILAH-ISTILAH SEPERTI “MANYALA BOB….?”

DIMANAPUN DI DUNIA INI, KLISE-KLISE SLANG ATAU PROKEM TIDAK PERNAH MAMPU BERTAHAN LAMA. AKAN TETAPI HANYA KARENA USIANYA YANG PENDEK BUKAN BERARTI HARUS SERING-SERING DIPERGUNAKAN. KLISE DAN PROKEM INI ADALAH BAHASA SEBENTAR, MENURUT HEMAT SAYA.

MEMANG TIDAK MUDAH UNTUK DAPAT BERBICARA DENGAN LANCAR TANPA NASKAH. DALAM KEADAAN SEPERTI INI, SEORANG PENYIAR DAPAT DENGAN MUDAH TERJERUMUS KE KANCAH KESALAHAN. LAMPU MERAH MENYALA, MENANDAKAN MIKROFON TERBUKA, DAN SEGALA BUNYI MAUPUN SUARA YANG TIMBUL DI DALAM STUDIO YANG KECIL ITU NISCAYA – DAN INI SANGAT DISADARI – AKAN TERDDENGAR KELUAR. JANGANKAN BUNYI DAN SUARA ASING, BAHKAN BUNYI NAFAS KITA SENDIRI – APALAGI SEORANG PEROKOK – AKAN TERSALUR SAMPAI KE RUMAH ORANG LAIN. DALAM SIARAN RADIO KEPANTANGAN NOMOR SATU IALAH KETERDIAMAN. TIADA YANG LEBIH MENYAKITKAN TELINGA SEORANG PENDENGAR DARIPADA KESUNYI-SENYAPAN. BIAR HANYA TIGA EMPAT DETIK.

JANGANKAN SEORANG PENYIAR DI DALAM STUDIO. BAHKAN WARTAWAN YANG SUDAH BIASA MENYAMPAIKAN LAPORANNYA LEWAT TILPON, MISALNYA, DAPAT DENGAN MUDAH MEMBUAT KESALAHAN, APABILA MERASA TERDESAK.

SAYA PERNAH MENDENGAR SEORANG WARTAWAN RADIO DI AUSTRALIA YANG MENYAMPAIKAN LAPORAN PANDANGAN MATA DARI SUATU TEMPAT KEJADIAN KECELAKAAN LALU LITAS DI JALAN YANG RAMAI. MUNGKIN SAKING BERNAFSUNYA UNTUK MENYAMPAIKAN LAPORAN YANG SEJELAS DAN SETUNTAS MUNGKIN IA MENGATAKAN, “SALAH
SEORANG KORBAN KECELAKAAN INI, PALING TIDAK DUA BELAH KAKINYA PATAH”.

SEORANG PENYIAR MEMANG WAJIB MEMPERKAYA DIRINYA DENGAN BERBAGAI BAHAN LATAR BELAKANG. DAN INI HANYA DAPAT DILAKUKAN DENGAN MEMBACA DAN MEMBACA ATAU MENDENGAR SIARAN RADIO LAIN, ATAU MENYAKSIKAN ACARA-ACARA BERGUNA DI TELEVISI. KHAZANAH BAHAN ATAU PENGETAHUAN LATAR BELAKANG MEMANG MERUPAKAN TONGKAT YANG PALING AMPUH. DALAM KEADAAN TERDESAK KITA DAPAT MERANGKAI SUATU BERITA KECIL HINGGA MENJADI CERITA YANG MENARIK YANG AKHIRNYA BUKAN SAJA MENGISI WAKTU YANG TERSEDIA DAN TIDAK DAPAT KITA PENUHI HANYA DENGAN MUSIK, MELAINKAN SEKALIGUS DAPAT MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA KITA.

DALAM ACUAN SEMINAR INI DIKATAKAN, ANTARA LAIN: PRAKTISI RADIO SIARAN NON-PEMERINTAH, DALAM PELAKSANAAN KEGIATAN SIARAN SERING MENGGUNAKAN BAHASA ATAU UNGKAPAN-UNGKAPAN YANG BERSIFAT LOKAL ATAU DISESUAIKAN DENGAN BAHASA UJARAN YANG DIGUNAKAN OLEH SASARAN PENDENGARNYA.

MEMANG INI KECENDERUNGAN UNTUK DAPAT POPULER, AKAN TETAPI INI MERUGIKAN BUKAN SAJA PENYIARNYA MELAINKAN JUGA PENDENGARNYA. PATUTKAH KITA MENURUTI SAJA KEMALASAN ORANG UNTUK BERPIKIR DAN MENGGUNAKAN BAHASA YANG BENAR DAN BAIK?

KETIDAK-TAHUAN BUKANLAH SATU-SATUNYA PENYEBAB TERJADINYA BAHASA YANG JELEK. KEMALASAN JUGA ADALAH BIANG KELADINYA.

DALAM KAITAN INI SEORANG PENYIAR, ATAU PIMPINAN RADIO HARUS MENENTUKAN SIKAP: APAKAH SIARANNYA HANYA AKAN
MENCERMINKAN BAHASA YANG HIDUP DI DALAM MASYARAKAT, ATAUKAH MENCOBA UNTUK MEMBIMBING PENDENGARNYA.

MEMANG, PALING TIDAK SEMENTARA AHLI BAHASA INGGRIS SUKA MENGATAKAN, MEREKA TIDAK MENENTUKAN BAGAIMANA ORANG HARUS BERBAHASA, MELAINKAN HANYA MEMPERHATIKAN BAGAIMANA MASYARAKAT BERBAHASA DAN KEMUDIAN MELAKUKAN SEMACAM KODIFIKASI.

NAMUN, SEORANG PENYIAR KIRANYA DAPAT MELAKUKAN PEMBIMBINGAN. IA HARUS SADAR BAHWA ORANG SUKA MENDENGARKAN SUARA PENYIAR YANG DIKENALNYA ATAU YANG SUDAH DIKENALNYA DARI JAUH, YANG SUDAH BIASA DIDENGARNYA, HINGGA BEGITU PENYIAR TADI BUKAN MULUT, MAKA IA LANGSUNG MENGENALINYA.

ORANG INGGRIS MENGATAKAN, SEORANG PENDENGAR MERASA TERTARIK DENGAN PENYIAR YANG DIANGGAPNYA HAMPIR SAMA DENGAN DIRINYA SENDIRI, KARENA SUKA MENYUARAKAN PIKIRAN ATAU PENDAPAT YANG MENJADI PIKIRAN ATAU PENDAPAT DIA SENDIRI.

INI KESEMPATAN ATAU PELUANG BESAR UNTUK MENGAJAK SECARA HALUS DAN TIDAK LANGSUNG PENDENGAR TADI AGAR MENJADI SEPERTI SDR. SENDIRI MENGGUNAKAN BAHASA YANG MEBAR DAN BAIK. BUKAN YANG MULUK-MULUK.

DALAM SIARAN RADIO BERBICARA DENGAN SEDERHANA LEBIH MENJAMIN KEPASTIAN DIPAHAMI. HINDARILAH PERKATAAN YANG BESAR DAN PANJANG. PERKATAAN YANG SEDERHANA DAN SINGKAT PUNYA DAYA MEMAHAMKAN YANG AMPUH SEKALI.

BENTUKLAH KALIMAT YANG PENDEK-PENDEK. KALIMAT YANG MEMUAT HANYA SATU PEMIKIRAN. JAUHI KALIMAT YANG BUKAN SAJA BERANAK CUCU AKAN TETAPI AKHIRNYA MENGABURKAN PESAN YANG HENDAK DISAMPAIKAN.

COBA PERHATIKAN APA YANG DIKATAKAN OLEH KHAIRIL ANWAR –MISALNYA: SEKALI BERARTI, SUDAH ITU MATI. SINGKAT, TAJAM, KENA, LANGSUNG MENIKAM KE JANTUNG.

ORANG YANG MAMPU MENGGUNAKAN BAHASA YANG SEDERHANA ADALAH ORANG YANG MENGUASAI BAHASANYA. BAGI SEORANG PENYIAR, INI SANGAT PENTING. SEBAB, SEORANG PENYIAR PUNYA KESEMPATAN HANYA SEBENTAR, SEKALI LINTAS UNTUK MENYAMPAIKAN PESANNYA, DAN SEBALIKNYA, SEORANG PENDENGAR JUGA MENDAPAT KESEMPATAN YANG SEBENTAR DAN SEKALI LINTAS UNTUK MEHAMI APA YANG DIKATAKAN ATAU DICERITAKAN OLEH PENYIAR TADI. JARANG-JARANG DALAM SIARAN RADIO KITA DAPAT MENGULANG-ULANG KETERANGAN YANG HENDAK KITA SAMPAIKAN. LALIN HALNYA DENGAN PENGUMUMAN, ATAU MAKLUMAT ATAU IKLAN TENTANG SUATU PERTUNJUKAN, YANG MEMANG HARUS DIULANG TEMPAT, TANGGAL DAN JAMNYA.

KALIMAT YANG PENDEK DENGAN DIHIASI KATA-KATA YANG SEDERHANA BIASANYA LEBIH MAMPU MENCAPAI TUJUAN. MUDAH DICERNA, KARENA MEMANG HARUS LANGSUNG DICERNA. BEGITU TERDENGAR, SEGERA DIKIRIM KE OTAK UNTUK DIPAHAMI DAN KEMUDIAN SIAP UNTUK PESAN BERIKUTNYA.

AKAN TETAPI, PIHAK-PIHAK TERKAIT LAINNYA JUGA HARUS IKUT MENYINGSING LENGAN BAJU DALMA USAHA MEMBINA BAHASA DI KALANGAN MASYARAKAT – MULAI DARI SEKOLAH. BAHASA YANG BENAR DAN BAIK BUKANLAH MONOPOLI PENYAIR DAN PENGARANG SAJA. KITA YANG AWAM PUN BERHAK ATASNYA. MASYARAKAT YANG SUDAH TERBIASA DENGAN BAHASA YANG BENAR DAN BAIK, AKAN MENUNTUT BAHASA YANG BENAR DAN BAIK DARI PENYIAR-PENYIAR DAN DISUKAI DAN DIKAGUMINYA.

PADA HEMAT SAYA, SETELAH SEMPAT MENEKUNI SEJENAK SIARAN RADIO SWASTA DI JAKARTA INI TAHUN LALU, ADA PENGHAMBAT YANG ACUKUP BESAR YANG MEMBUAT TERSENDAT-SENDAT BERKEMBANGNYA BUDAYA PENGGUNAAN BAHASA YANG BENAR DAN BAIK DI KALANGAN BANYAK PENYIAR RADIO SWASTA.

HAMBATAN YANG DIMAKSUD IALAH: TIDAK ADANYA PELUANG UNTUK IKUT MEMBUAT WARTA BERITA YANG SELAMA INI, DAN ENTAH SAMPAI KAPAN, MASIH MENJADI HAK MUTLAK SIARAN RESMI RRI.

APABILA RADIO SWASTA DIPERBOLEHKAN MEMBUAT DAN MENYIARKAN WARTA BERITA SENDIRI, MAKA NISCARA KESADARAN AKAN BAHASA YANG BENAR DAN BAIK AKAN MENJADI LEBIH TEBAL.

BAHASA WARTA BERITA ADALAH BAHASA RESMI, YANG TIDAK-BOLEH-TIDAK HARUS BENAR. KEHARUSAN MENGGUNAKAN BAHASA YANG BAIK INSYA ALLAH AKAN ADA DAMPAKNYA TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA DALAM SIARAN-SIARAN LAINNYA.

TIDAK MUSTAHIL PENYIAR-PENYIAR LAINNYA AKAN MERASA MALU KALAU TIDAK MENGGUNAKAN BAHASA YANG BENAR DAN BAIK. DAN SEBAGAIMANA SAMA KITA KETAHUI, PERASAAN MALU ITU ADALAH PENDORONG DAN PENCEGAH YANG JITU DAN AMPUH SEKALI. CUMA YANG JUGA PERLU DIPERHATIKAN IALAH CARA PENYAMPAIANNYA.

BEBERAPA PENYIAR KAWAKAN RRI YANG PERNAH DITUGASKAN ATAU DIPERBANTUKAN PADA BBC SIARAN BAHASA INDONESIA, PERNAH MENGELUH PADA SAYA.

KETIKA MENGIKUTI KURUS, SEBAGAIMANA YANG SAYA CERITAKAN TADI, MEREKA DISURUH MEMBACAKAN SESUATU. SESUAI DENGAN PETUAH “ALAH BISA KARENA BIASA” ATAU DARI KECIL TERANJA-ANJA SAMPAI BESAR TERBAWA-BAWA, MEREKA UMUMNYA MENGGUNAKAN FORMAT SUARA MEMBACA WARTA BERITA RRI.

PARA INSTRUKTUR DI BBC TERNYATA SAMA SEKALI TIDAK TERKESAN. KARENA KAIDAH SIARAN YANG MEREKA HAYATI IALAH BERCERITA BUKAN MEMBACA. SEDANG SAUDARA-SAUDARA KITA YANG DARI RRI TELAH BEGITU BERSUSAH PAYAH DIGEMBLENG AGAR MAMPU MEMBACA WARTA BERITA DENGAN GAYA YANG BEGITU KHAS.

BAGI ORANG INGGRIS, DAN BANYAK BANGSA LAINNYA, GAYA ITU KURANG WAJAR DAN AKIBATNYA KURANG AMPUH. COBA KALAU DICERITAKAN, KATA MEREKA, NISCAYA AKAN LEBIH CEPAT DAN MUDAH DIPAHAMI, DAN BAHKAN DIPERCAYAI.

KENDATI SAYA BOLEH DIKATAKAN SELAMANYA BEKERJA PADA SIARAN RADIO YANG SAMA SEKALI TIDAK MENGANDALKAN IKLAN, NAMUN BUKAN BERARTI SAYA TIDAK MENYADARI ADANYA IKLAN DALAM SIARAN RADIO. SAMPAI BATAS-BATAS TERTENTU, BAHASA IKLAN SERING LEBIH AMPUH.

KENAPA?

KARENA SINGKAT DAN SEDERHANA.

NAMUN TIDAK JARANG JUGA NAKAL. MAKLUM, YANG MENJADI DEWANYA ADALAH UANG – SEDANGKAN KECINTAAN AKAN UANG, SEBAGAIMANA SUKA DIKATAKAN, ADALAH PANGKAL SEGALA KEBEJATAN, TETAPI INI CERITA LAIN.

SAYA TERINGAT AKAN SEBUAH STASIUN RADIO NIAGA DI AUSTRALIA YANG MEMASANG IKLAN BESAR-BESAR UNTUK DIRINYA SENDIRI DI PAPAN-PAPAN REKLAME.

PESANNYA SANGAT SEDERHANA, DAN DALAM BAHASA INGGRIS BERBUNYI: WHO CAN I TURN TO?

YANG ARTINYA: KEPADA SIAPA TEMPAT AKU BERPALING.

JAWABAN YANG TERSIRAT ADALAH: AKU, ATAU SIARAN RADIO INI – YANG DISEBUTKAN NAMANYA.

NAMUN, ADA SEORANG NENEK TUA YANG SANGAT KEBERATAN DENGAN KALIMAT INI. KARENA MENURUT KAIDAH BAHASA INGGRIS ADA KESALAHAN BESAR ATAU KECIL, TEPUK DADA TANYA SELERA.

DALAM KALIMAT SINGKAT YANG MENARIK ITU PERKATAAN WHO ALIAS SIAPA ADALAH PENDERITA – KASUS OBYEKTIF – KARENANYA HARUS WHOM.

DAN AKHIRNYA STASIUN RADIO ITU MEMANG MENGALAH DAN MEMPERBAIKINYA MENJADI: TO WHOM CAN I TURN TO?

AKHIRUL KALAM, INGIN SAYA INGATKAN KEPADA SEJAWAT-SEJAWAT SAYA BAHWA KITA INI SEBENARNYA ADALAH MANUSIA YANG INGIN MENCERITAKAN KISAH TENTANG MANUSIA, KEPADA PENDENGAR YANG JUGA MANUSIA.

ADALAH KEWAJIBAN KITA KEPADA PENDENGAR KITA UNTUK TERDENGAR SEBAGAI MANUSIA.

SAMPAIKANLAH PESAN ATAU CERITA ITU DALAM BAHASA YANG DIPERGUNAKAN KALAU KITA HENDAK BERCERITA KEPADA ORANG LAIN, DENGAN MENGANDALKAN KATA-KATA KITA SENDIRI.

MOGA-MOGA.

SEKALI DI UDARA, TETAP DI UDARA.

WASSALAM.

Popularity: 17% [?]

9 Comments »

  • -- says:

    apa kewajiban eorang penyiar radio

  • youliz says:

    gak gampang menjadi seorang penyiar yang mampu menyampaikan informasi dengan cerdas dan gaya bertutur yang baik. butuh pengalaman yang panjang.

  • Said says:

    CIk Nuim memang selalu kreatif. Semoga Cik Nuim selalu sehat dan berkarya. Dan jangan lupa, rekam selalu tulisan dan siaran CIk Nuim, supaya kami-kami bisa tetap terhibur dan tercerahkan dengan ide-ide cemerlang Cik.

    Salam,
    Said B

  • mohon diberikan email Bapak Nuim Hayat, terima kasih

    sudah di email. trims ya

  • bahruddin effendi says:

    saya sangat kagum dengan bung nuim khaiyath dari masih saya sma bekerja dan kini saya sudah pensiun tapi saya sekarang jarang mendengarkan suaranya di radio australia karena sekarang sudah jarang dengar radio,krn siaranya konvensionalnya kurang bagus diterima,selamat dan sukses, trims B.Effendi di Kualasimpang,Aceh Tamiang

  • fahry says:

    mohon tanggapannya…
    apakah bung nuim khaiyat…masih siaran di delta fm ???
    kangen dengar opininya tentang dunia, dan indonesia pada khususnya
    Trima kasih

  • maryam husen smith says:

    Ketika membaca makalah Perspektif Nuim Khaiyath diatas Saya merasa bukan seperti sedang membaca.tapi sedang mendengar Suara Beliau,…luar biasa kesan pd memori saya sebagai salah satu mantan pendengar RASI,khususnya semua acara yg di bawakan oleh Beliau
    Mudah mudahan Beliau sehat selalu,banyak rejeki,masih bisa terus menyiar.
    salam saya buat Bang Nu’im,dan anaknya Amirah

  • Ria Mejaya says:

    Wahai Pak Cik.. Selalu saya dengarkan siarannya dimasa saya SMP sampai mahasiswi. Di Malang. Tahun ’80an. Kesibukan, tinggal di luar negeri, dan lain-lain, membuat tidak bisa mendengar lagi Radio Australia. Saat ini, saya bahkan tidak punya radio. Hehe.. Tapi tetap masih ingat yang ini: BERSYUKUR DALAM KEJAYAAN, BERSABAR DALAM COBAAN’

  • Boleh saya kutip makalah ini? Boleh tanya email pak Nuim Khaiyath? Ejaan namanya yang benar yang mana Nuim Hayat atau Nuim Khaiyath?

    Rane: Setahu saya Nuim Khaiyath mas

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.