Mencari Alat Rekam Digital (1 dari 2)

feature photo

Saya banyak terima pertanyaan soal alat rekam digital (digital voice recorder) seperti apa yang bagus buat keperluan lapangan bagi orang radio. Ini pertanyaan yang tidak mudah dijawab karena ada banyak sekali alat rekam digital yang beredar di pasaran dengan segala kecanggihannya. Kali ini saya akan coba mengulas hal-hal dasar sajaj tentang memilih alat rekam digital dan nanti bagian terpisah akan saya ulas beberapa alat rekam digital yang pernah saya gunakan.

Disclaimer: Ulasan ini murni berangkat dari pengalaman menggunakan beberapa jenis alat rekam dan sangat subyektif. Namun mudah-mudahan saja ada gunanya :) Tentu akan lebih berguna lagi kalau ditambahkan masukan dari pengalaman yang lain, biar lebih kaya pemahaman kita tentang alat rekam digital ini (RH)

Jadi apa sih yang dicari dari sebuah alat rekam digital? Pada dasarnya semua alat rekam digital yang tersedia di pasaran sudah lumayan canggih, asal tahu cara pakainya saja. Masalahnya, tidak semua alat perekam digital diperuntukkan untuk keperluan siaran. Banyak alat-alat rekam digital yang fungsinya sekedar untuk keperluan merekam suara perkuliahan atau rapat atau sekedar sebagai pengingat/ reminder. Biasanya yang seperti ini kualitas suaranya kurang bagus, meskipun tersedia macam-macam alat rekam yang unik-unik dengan ukuran kecil, bahkan ada yang berbentuk pulpen atau jadi satu dengan kamera digital. Banyak juga tipe ponsel yang punya kemampuan merekam secara digital. Tapi memang rata-rata kualitasnya kurang bagus apalagi untuk kepentingan radio.

Nah, untuk mempermudah mengulas sebuah alat rekam digital, saya akan coba ambil satu contoh spesifikasi alat rekam digital yang ada di pasaran dan kita kupas satu persatu plus beberapa tambahan lain. Saya memilih contoh spesifikasi alat rekam digital dari merek Tascam DR-O7 seperti berikut ini:

  • Writes WAV files at 44.1 or 48kHz, 16 or 24-bit
  • MP3 File Recording from 32kbps to 320 kbps
  • Built-in Stereo Condenser Microphone
  • 3.5mm Stereo Mic Input
  • 3.5mm Stereo Line Input and Output
  • USB 2.0 Jack
  • Records to SD or SD-HC Card Media
  • 2GB SD Card Included
  • Switchable Low Cut Filter, Analog Limiter and Auto Gain Setting on Input
  • Variable-Speed Audition Function Slows Down Music Without Changing the Pitch
  • Voice activated recording
  • Powered by Two AA Batteries (included) or Optional PS-P520 Power Adapter
  • Dimensions: 2.2″ W x 5.3″ H x 1.1″ H
  • Weight: 4.4 oz (with batteries)

Nah, mari kita bahas spesifikasi itu satu-satu, saya coba bagi dalam beberapa kelompok sebagai berikut:

FILE AUDIO
Ada alat rekam digital yang punya kemampuan menyimpan dalam berbagai format file. Tapi yang paling “aman” adalah memastikan bahwa alat rekam digital yang anda pilih itu bisa menyimpan dalam format mp3 dan wav. Mengapa saya sebut aman? Alasannya sederhana saja. Kebanyakan perangkat lunak untuk mengedit file suara bisa meladeni format mp3 dan wav.

Bagian lain yang juga penting adalah sampling rate, bit depth dan bitrate karena ini terkait dengan masalah kualitas audio.

Mengambil spesifikasi yang saya jadikan contoh di atas:

  • “Writes WAV files at 44.1 or 48kHz, 16 or 24-bit”

Ini berarti alat tersebut bisa merekam pada pilihan sampling rate 44.1 kHz dan 48kHz. Ini sampling rate standar sekualitas CD. Di bawah itu, maka kualitas suaranya akan rendah. Jadi pastikan paling tidak sampling rate nya ada di angka itu kalau mau kualitas yang bagus. Faktor lain adalah bit-depth. Bit depth standar untuk file audio adalah 16 bit. Sebagai perbandingan, 8 bit menghasilkan suara dengan kualitas telepon. Di atas 16 bit adalah 24 dan 32.

  • “MP3 File Recording from 32kbps to 320 kbps”

File MP3 biasanya juga dilihat berdasarkan bit rate nya. Jadi spesifikasi alat rekam yang saya jadikan contoh di atas bisa merekam file mp3 dengan jangkauan bitrate antara 32 hingga 320 kbps. File MP3 dengan kualitas standar adalah 128 hingga 192 kbps. Jadi pastikan bitrate nya ada di kisaran itu.

MIKROFON
Setiap alat rekam digital tentu dilengkapi dengan mikrofon. Mari kita lihat contoh spesifikasi yang saya sertakan

  • “Built-in Stereo Condenser Microphone”

Ini berarti alat rekam itu menggunakan mikrofon kondenser stereo yang sangat sensitif pada suara. Ini merupakan mikrofon standar pada kebanyakan alat rekam. Ada juga yang menggunakan mikrofon dynamic yang sebenarnya lebih ‘bandel’ untuk penggunaan luar. Tapi rasanya jarang ditemukan. Ada juga produk yang menjelaskan apakah mikrofon internal di alat rekam itu jenis uni-directional (menerima suara dari satu arah) atau bi-directional (dua arah) atau malah omni-directional (yang sensitif menerima suara dari berbagai arah). Ini tentu akan tergantung kebutuhan anda di lapangan. Untuk wawancara mungkin akan bagus menggunakan jenis uni-directional.

SPIKER
Beberapa alat rekam digital dilengkapi dengan loudspeaker internal. Perlu atau tidaknya tentu tergantung preferensi masing-masing. Tapi dari pengalaman saya menggunakan beberapa produk alat rekam digital, speaker itu fungsinya tidak terlalu maksimal karena suaranya yang tidak keras. Toh kita juga bisa menggunakan headphone. Tapi lagi-lagi itu kembali kepada preferensi masing-masing.

‘COLOKAN

  • “3.5mm Stereo Mic Input”

Selain mikrofon built in, pastikan alat rekam digital itu memiliki ‘colokan’ atau input untuk mikrofon luar atau tidak. Kebanyakan alat rekam digital yang saya tahu menggunakan colokan 3,5mm. Ada juga yang lebih besar lagi, bahkan ada yang memiliki dua input mikrofon. Contoh spesifikasi di atas berarti menunjukkan bahwa alat tersebut menggunakan line untuk jack mikrofon stereo ukuran 3,5mm.

  • “3.5mm Stereo Line Input and Output”

Spesifikasi di atas berarti line input dan outputnya cocok untuk jack ukuran 3.5mm. Selain input mikrofon, anda mungkin juga memerlukan line input dan output. Ini penting kalau suatu waktu kita harus merekam dari sumber audio tertentu dengan menggunakan kabel. Misalnya dalam konferensi pers yang langsung mengambil audio dari mixer di ruang kontrol. Seorang teman wartawan radio pernah bilang, line-in ini penting buat ‘cloning’ hehehehehe Oops..  Oya, akan lebih bagus lagi kalau anda bisa mendapatkan line input digital. Ini jarang dan pastinya mahal, tapi menjanjikan kualitas suara yang cring..!

Bicara line output, ada juga yang menyediakan baik line output, line untuk headphone.

  • “USB 2.0 Jack”

Ini adalah colokan USB yang akan diperlukan untuk mentransfer file suara ke komputer. Pastikan pula jenis USB nya adalah versi 2.0 dan bukannya versi sebelum itu karena kemampuan transfer filenya yang lambat. Rasanya nyaris tidak ada alat yang pakai USB di bawah versi itu saat ini. Tapi tidak ada salahnya memastikan.

Saya pribadi jarang menggunakan fasilitas transfer via USB ini, karena lebih sering melakukan transfer file lewat alat pembaca kartu digital.

MEDIA PENYIMPAN
Kebanyakan alat rekam digital menggunakan media penyimpan memory card eksternal atau juga menggunakan media penyimpan internal. Masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya. Tapi rasanya ini bukan terlalu masalah. Kalau anda mau menggunakan media penyimpan internal, ya pastikan kapasitasnya cukup besar atau sesuai dengan kebutuhan anda. Sementara kalau anda memilih alat yang memory card eksternal, pastikan jenis memory card itu adalah jenis yang umum tersedia. Jangan sampai anda kesulitan mencari cadangan memory card nantinya. Salah satu yang paling umum adalah jenis Secure Digital atau SD Card. Mari kita lihat contoh spesifikasinya:

  • “Records to SD or SD-HC Card Media”

Ini artinya alat rekam tersebut menggunakan memory card jenis SD dan SD-HC. Rata-rata alat rekam menggunakan media penyimpanan jenis SD Card dengan macam-macam kapasitas hingga mulai dari 512Mb sampai 4 Giga. Jika anda ingin menggunakan media penyimpanan di atas kapasitas 4 giga, maka bisa dipastikan bahwa itu adalah jenis SDHC atau Secure Digital High Capacity. Maka pastikan alat rekam itu kompatibel dengan kartu jenis SD-HC (Secure Digital High Capacity).

  • “2GB SD Card Included”

Ini artinya bahwa alat rekam tersebut disertai dengan kartu SD Card ukuran 2 gigabyte. Nah, pastikan berapa besar media penyimpanan yang anda dapat bersama alat rekam itu. Soalnya ada yang hanya menyertakan SD Card dengan kapasitas kecil. Salah satu alat rekam digital yang pernah saya gunakan, meski canggih tapi SD card standardnya hanya 512Mb. Berarti anda harus membeli SD card tambahan.

Satu hal penting terkait media penyimpan ini adalah recording time, atau berapa lama kapasitas merekamnya. Jangan mudah terpukau pada alat rekam yang menyodorkan kemampuan merekam yang sangat panjang, karena bisa jadi kualitasnya rendah. Ingat, kualitas suara yang baik, berarti filenya besar.

Misalnya saja, untuk file mp3 kualitas CD, maka besar filenya sekitar 1MB per menit. Maka alat dengan kapasitas penyimpanan 1 Giga (1000 MB) bisa menyimpan sekitar 16 jam file audio.

BATERE DAN SUMBER LISTRIK

  • “Powered by Two AA Batteries (included) or Optional PS-P520 Power Adapter”

Ini artinya alat rekam itu dijalankan dengan dua buah baterai jenis AA dan juga ‘colokan’ adapter standar (biasanya harus dibeli terpisah). Setiap spesifikasi alat elektronik termasuk alat rekam digital tentu akan menyertakan spesifikasi batere (internal atau eksternal) yang digunakan dan apakah ia juga bisa menggunakan adaptor listrik. Tapi yang jauh lebih penting adalah pastikan berapa daya tahan batere ketika digunakan. Ada yang mampu bertahan hingga 3 hingga 6 jam atau lebih. Tapi ada juga yang lebih rendah. Biasanya ini juga akan tercantum dalam spesifikasi alat rekam digital itu.

UKURAN DAN CASING
Ukuran alat rekam digital itu beragam, tapi rata-rata sekitar sebesar genggaman tangan. Ada juga memang yang ukurannya besar, bahkan ada yang ukurannya sebesar tape recorder marantz jaman dulu yang berat itu. Tapi yang umum sekarang adalah yang berukuran kecil/ portable.

  • ” Dimensions: 2.2″ W x 5.3″ H x 1.1″ H “

Ini artinya, ukuran alat rekam digital tersebut adalah 2,2 x 5,3 x 1,1 inchi. (5,58×13,46×2,79cm)

  • ” Weight: 4.4 oz (with batteries) “

Ini artinya, berat alat tersebut adalah 4,4 oz atau sekitar 127 gram dengan baterei terpasang.

Satu faktor lain yang harus diperhatikan adalah casing alat rekam tersebut. Ini penting karena seringkali casing yang kualitasnya tidak baik malah menyebabkan gangguan bunyi saat merekam. Bunyi-bunyi itu bisa disebabkan saat menekan tombol waktu merekam atau gesekan tangan pada alat. Lebih bagus lagi kalau alat itu bisa anda coba. Cobalah merekam sambil menekan beberapa tombol atau menggeserkan tangan pada alat itu dan dengar hasilnya lewat headphone. Ada juga yang menggunakan casing dari bahan besi atau malah dilapisi karet. Yang ini tentu lebih baik.

LAIN-LAIN
Fungsi yang saya paparkan di atas rasanya sudah cukup mewakili alat rekam standar yang ada saat ini. Tapi ada juga alat rekam digital yang memiliki fungsi-fungsi lain. Misalnya ada yang sudah dilengkapi dengan limiter, gain setting, multi track recording, voice activated recording dan lain sebagainya. Ini adalah fungsi-fungsi tambahan berbeda antara masing-masing alat dan akan dibahas nanti saat saya mereview beberapa alat rekam digital yang pernah saya gunakan.

Jadi, selamat mencari alat rekam digital. Jangan lupa, kalau ada masukan lain dari pengalaman anda sendiri, mari berbagi dengan meninggalkan komentar di bawah ini.

Dalam tulisan berikutnya saya akan ulas beberapa alat rekam digital yang kebetulan pernah saya gunakan.

Tokyo, 29 April 2009

Popularity: 49% [?]

Ada 3 Tanggapan. »

  1. Harganya berapa ? Merk apa yang anda Pakai?

  2. terima kasih atas tulisan anda membantu saya dalam memahami alat rekam digital.
    kalau boleh bertanya, apakah laptop bisa dipakai untuk merekam suara? bagaimana cara menghidupkan fasilitas rekam suara tersebut?
    terima kasih.

  3. Sudah masuk di indonesia belom yah???

Tulis Tanggapan Anda