Demokrasi Radio ala Jelli
Satu lagi sejarah baru di dunia radio siaran tercipta. Bayangkan sebuah radio dimana anda para pendengar bisa menentukan daftar lagu yang akan diputar di radio. Lebih dari itu pendengar bisa langsung menghentikan sebuah lagu yang tidak mereka sukai, bahkan ketika lagu itu belum selesai mengudara.
Inovasi baru ini diperkenalkan oleh orang-orang di belakang jelli.net yang mengklaim sebagai radio siaran yang 100 persen dikendalikan oleh komunitas pendengar secara real time. “Radio Democracy,” istilah mereka.
Awalnya jelli.net ini hanya berbentuk radio streaming di internet dimana para pendengarnya bisa menentukan urutan lagu yang akan diputar. Namun dalam perkembangannya, mereka kemudian juga merambah ke radio fm, melalui sebuah stasiun rock alternatif di San Fransisco. Di stasiun radio itu setiap jam 10 malam hingga 12 malam, para pendengar bisa ikut menentukan lagu-lagu yang mereka sukai lewat situs jelli.net dan pilihan terbanyak akan mengudara. Kalau ada lagu yang tidak disukai banyak orang, mereka bahkan bisa menghentikannya saat itu juga atau istilahnya di bom!
Menurut siaran pers dari jelli.net, lewat inovasi baru ini mereka menciptakan sebuah jembatan antara radio siaran digital dan tradisional, sehingga menghadirkan sebuah pengalaman baru dalam mendengarkan radio.
Apa relevansinya bagi radio siaran di Indonesia? Lagi-lagi ini menunjukkan bahwa dengan dengan sedikit inovasi, maka radio siaran yang katanya ‘tradisional’ itu masih bisa bicara banyak di era serba digital ini.
Apa yang dilakukan jelli.net memang memerlukan keahlian teknis dan pastinya investasi yang tidak kecil. Tapi paling tidak ide dasar tentang crowdsourcing atau kolaborasi massa yang banyak diadaptasi dalam teknologi web 2.0 bisa dimanfaatkan di dunia radio. Kenapa tidak, misalnya, menciptakan acara dimana kita melibatkan pendengar untuk ikut memilih playlist lagu yang akan diputar. Mereka bisa voting melalui sms atau internet dan nyaris bisa dipastikan, lagu yang dipilih itu adalah yang benar-benar ingin didengarkan oleh mayoritas pendengar kita.
+ Lho tapi kan cara itu sudah lama dipakai untuk acara-acara seperti tangga lagu di radio kita?
- Yakin itu murni pilihan pendengar? Tidak ada campur tangan produser rekaman atau subyektifitas radio yang bersangkutan? Kalau yakin, syukur deh..
Lagi-lagi, selamat berkreasi, kawan! Banyak yang bisa kita lakukan untuk memanfaatkan teknologi di internet saat ini untuk kepentingan stasiun radio kita. Banyak dan nyaris tak terbatas.. !
Popularity: 31% [?]


Comment by Alex Santosa on 21 October 2009:
Inspiring….selama ini kami sudah membuat acara yang mirip, dimana pendengar diberi kesempatan untuk memilih dari sejumlah lagu yang ditawarkan. Nama acaranya Lelang Lagu dan Adu Tembang… Dari pengalaman, respon-nya ok asal playlist yang ditawarkan memang benar-benar sedang disuka.
Comment by Rane on 21 October 2009:
Thanks mas. Saya malah kepikiran bikin yang model jelli ini. Jadi urutan lagu selama beberapa jam, murni dari hasil voting pendengar. Mirip acara di radio mas alex, tapi semua pilihan prioritas pendengar. Mungkin playlistnya jadi lebih menarik ya.. atau sebaliknya?
Comment by Rudy Hartono on 21 October 2009:
Thanks kak Rane, akhirnya ketemu juga berita hot ttg radio,, kenapa hot krn aku mau pamit untuk menyadur berita ini ke buletin kami… boleh khan ?????
-Rane: silahkan Rud kalau mau disadur. Dengan senang hati..
Comment by tuteh on 20 February 2010:
*catet*
Apakah ada kemiripan sama top request gitu? Karena di sini ada acara yang mengudarakan 20 lagu yang paling banyak direquest selama sepekan?